Page 43 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 43
BAB VIII
PEMETAAN KD DAN JARING-JARING TEMA
1. Sub Capaian Pembelajaran MK
Setelah mempelajari materi pada bab ini mahasiswa mampu membuat
pemetaan KI dan KD serta membuat jaring-jaring tema pada pembelajaran
terpadu di sekolah dasar.
2. Uraian Materi
Jaringan tema adalah pola hubungan antar tema tertentu dengan sub-
sub pokok bahasan yang akan diambil dari berbagai bidang studi terkait.
Membuat jaringan tema merupakan bagian integral dari model pembelajaran
terpadu yang banyak digunakan. Dalam pembelajaran terpadu, eksplorasi
topik/tema menjadi alat pemacu utama bagi pelakasananya. Untuk pemilihan
topik atau tema serta menghubungkan satu tema ke tema lainnya menjadi
persolaan penting yang harus dikuasai.
Pembuatan jaringan tema melalui beberapa tahapanantara lain: (1)
Tentukan terlebih dahulu tema. Cara menetukan tema bisa dilakukan dengan
dua cara yakni, cara pertama, mempelajari kompetensi inti dan kompetensi
dasar yang terdapat dalam masing-masing muatan pembelajaran, dilanjutkan
dengan menetukan tema. Cara kedua, menentukan terlebih dahulu tema-tema
pengikat keterpaduan. Untuk menentukan tema tersebut, guru dapat
bekerjasama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat serta
kebutuhan mereka. (2) Menginvetarisasi materi-materi yang masuk/sesuai
dengan tema yang telah ditentukan. (3) Mengelompokkan materi-materi yang
sudah diinventarisasi ke dalam rumpun muatan pembelajarannya masing-
masing. (4) Menghubungkan materi yang telah dikelompokkan dalam rumpun
muatan pembelajaran dengan tema.
Sebuah jaring-jaring tema dapat dikatakan baik apabila telah memenuhi
beberapa kriteria. (1) Simpel, jaringan tema dibuat untuk mempermudah
penyusunan perencanaan pembelaran secara keseluruhan. (2) Sinkron,
jaringan tema terdiri dari dua komponen utama yaitu tema pngikat dan materi-
materi yang terkait dan bisa masuk dalam cakupannya. Untuk menyusun
jaringan tema yang baik, maka hal yang perlu diperhatikan adalah sinkronisasi
antara tema antara materi materi yang dijaring didalamnya. (3) Logis,
keterkaitannya anatara tema dengan materi yang diikat harus logis. Hal ini
mengandung penngertian bahwa yang dijaring betul-betul merupakan bagian
dari tema. Sehingga tidak bdibutuhkan tema-tema yang lain untuk menjaring
materi-materi tersebut. (4) Mudah dipahami, jaringan tema yang baik adalah
jaringan tema yang mudah dipahami oleh semua orang. Dengan demikian,
siapapun dapat menyusun dan mengembangkan pembelajaran pembelajaran
tematik dengan berpegangan pada jaringan tema tersebut. Jaringan tema
diupayakan tidak hanya dipahami oleh pembuatnya saja, akan tetapi harus
dapat digunakan oleh semua orang. (5) Kemenarikan, tema hendaknya dipilih
yang menarik sesuai dengan minat anak, tingkat perkembangan anak dan
bersifat konkrit. (6) Terpadu, tema dan materi-materi diikat oleh kesamaan
substansi yang ingin disampaikan kepada siswa-siswi. Oleh karena itu dalam
40

