Page 47 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 47

tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
                  penguatan,  pengayaan,  dan  remedy;  (6)  Penekanan  pada  keterkaitan  dan
                  keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator
                  pencapaian  kompetensi,  penilaian,  dan  sumber  belajar  dalam  satu  keutuhan
                  pengalaman  belajar;  dan  (7)  Mengakomodasi  pembelajaran  tematik-terpadu,
                  keterpaduan  lintas  mata  pelajaran,  lintas  aspek  belajar,  dan  keragaman
                  budaya.  Penerapan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  secara  terintegrasi,
                  sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

                  2.3.  Tahapan/prosedur Kegiatan Pembelajaran.
                        Prosedur  pembelajaran berarti menyangkut dengan hal-hal yang bersifat
                  teknis.  misalnya:  kegiatan  awal  adalah  membuka,  kemudian  kedua  kegiatan
                  inti,  dan  kegiatan  ke  tiga  merupakan  kegiatan  akhir  untuk  menutup
                  pembelajaran.
                        A.  Kegitan Awal Pembelajaran
                        Pembelajaran  merupakan  suatu  proses  interaksi  antara  siswa  dengan
                  lingkungan belajar. Melalui interaksi pembelajaran yang baik diharpakan dapat
                  memperoleh hasil yang baik pula. Untuk memeroleh hasil pembelajaran  yang
                  maksimal  tergantung  kondisi  atau  kesiapan  siswa  dan  lingkungan  belajar.
                  Apabila kedua unsur utama yaitu siswa dan lingkungan belajar telah siap untuk
                  melakukan aktivitas sesuai dengan perannya masing-masing, maka gambaran
                  hasil  pembelajaran  yang  akan  dicapai  sudah  dapat  diduga.  Dengan  demikian
                  langkah awal yang harus dilakukan oleh guru sebagai fasilitator pembelajaran
                  yaitu  mempersiapakan  kondisi  siswa  dan  lingkungan  pembelajaran  agar
                  semuanya  selalu  dalam  kondisi  siap,  agar  ketika  pembelajaran  berlangsung
                  dapat  berjalan  dengan  baik  dan  tujuan  pembelajaran  dapat  tercapai  dengan
                  baik. Kegiatan untuk mengondisikan siswa dan lingkungan pembelajaran agar
                  siap  untuk  melakukan  aktivitas  pembelajaran,  dalam  proses  pembelajaran
                  disebut dengan ”kegiatan awal atau kegiatan pembukaan”.
                        Kegiatan  pembukaan  atau  disebut  juga  dengan  kegiatan  pendahuluan,
                  adalah  suatu  upaya  untuk  menciptakan  suasana  atau  kondisi  siap  belajar
                  sebelum  memasuki  tahap  kegiatan  inti  pembelajaran.  Kegiatan  pembukaan
                  dalam  pembelajaran  termasuk  kedalam  kategori  persiapan  awal  (pra-
                  instructional),  menuju  pada  kegiatan  inti.  Namun  demikian,  walaupun
                  digolongkan  kedalam  pra-instructional,  sebenarnya  sudah  merupakan  bagian
                  integral  dari  pembelajaran  itu  sendiri.  Fungsi  utama  kegiatan  awal  (pra-
                  instructional)  adalah  untuk  menciptakan  kondisi  siap  belajar  baik  secara  fisik,
                  mental,  maupun  kesiapan  secara  emosional.  Ketika  seluruh  elemen
                  pembelajaran sejak awal (pembukaan) telah memiliki kesiapan yang baik, maka
                  akan berdampak positif terhadap proses pembelajaran selanjutnya.
                        Salah  satu  hal  yang  penting  untuk  tumbuhnya  perhatian  dan  motivasi
                  siswa,  yaitu  apabila  siswa  sejak  memulai  pembelajaran  sudah  memahami
                  dengan  jelas  tujuan  dan  manfaat  yang  akan  didapatkannya  dari  kegiatan
                  pembelajaran yang akan dlaksanakan.
                  Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan untuk menciptakan kondisi siap
                  dalam  pembelajaran  antara  lain  sebagai  berikut.  (1)  Mengondisikan
                  pembelajaran  (conditioning);  (2)  Menumbuhkan  perhatian  dan  motivasi;  (3)
                  Menciptakan sikap yang mendidik; (4) Menciptakan kesiapan belajar siswa; (5)




                                                           44
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52