Page 48 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 48
Menciptakan suasana pembelajaran yang demokratis; (6) Melaksanakan
kegiatan apersepsi; (7) Mengecek kehadiran siswa; (8) Mengecek pemahaman
siswa terhadap materi yang lalu dan mengkaitkannya dengan materi yang akan
dipelajari; (9) Menyampaikan tujuan/kompetensi yang harus dicapai dari materi
yang akan dipelajari; (10) Menjelaskan kegiatan-kegiatan (pengalaman)
pembelajaran yang harus dilakukan oleh siswa pada saat pembelajaran
berlangsung.
B. Kegitan Inti Pembelajaran
Kegiatan inti pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan pokok siswa
untuk mempelajari materi yang telah direncanakan. Pembelajaran adalah
proses interaksi, yaitu interaksi antara siswa dengan lingkungan pembelajaran
termasuk di dalamnya materi pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan inti
pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dan lingkungan
pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi pembelajaran yang telah
direncanakan. Dalam sistem pembelajaran, guru merupakan bagian dari
lingkungan pembelajaran, tugas guru dalam kegiatan inti pembelajaran
terutama adalah bagaimana memfasilitasi kegiatan belajar siswa untuk
terjadinya proses pembelajaran. Sebagai fasilitator pembelajaran, guru dalam
melakukan kegiatan inti pembelajaran tidak mendominasi kegiatan
pembelajaran, melainkan bagaimana guru memfungsikan dirinya sebagai
motivator untuk membangun aktivitas belajar siswa. Pada kegiatan inti guru
dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan menerapkan berbagai
metode, model maupun pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik dari siswa dan materi yang akan dibelajarkan.
Dalam pandangan konstruktivisme, strategi lebih diutamakan
dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat
pengetahuan. Implikasi bagi guru dari pandangan konstruktivisme tersebut,
yang utama dalam kegiatan inti pembelajaran guru bukan pemberi informasi
atau materi pembalajaran, akan tetapi sebagai motivator yang dapat
mengaktifkan siswa untuk mengolah informasi atau materi pembelajaran
melalui mencari dan mengalami. Dalam Peraturan Pemerintah (PP No. 19 Thn.
2005) tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan “Proses pembelajaran
pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
secara aktif, serta memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik” (Bab IV Pasal 19 ayat 1).
C. Kegiatan Penutup Pembelajaran
Menurut Abimanyu, (1984) menutup pembelajaran adalah kegiatan yang
dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan penutup
berarti kegiatan mengakhiri pembelajaran. Jika yang menjadi ukurannya dari
segi kualitas (tingkat pemahaman siswa), maka kegiatan penutup pembelajaran
dilakukan setelah diyakini bahwa siswa telah paham terhadap materi yang
dipelajarinya, kemudian ditutup. Dari segi manapun kita melihat (ukuran waktu
jam pelajaran atau segi kualitas), bahwa menutup pembelajaran dimaksudkan
untuk mengakhiri pembelajaran dalam satu unit kegiatan pembelajaran. Makna
menutup atau mengakhiri pembelajaran dalam konteks kegiatan menutup
pembelajaran, tidak sebatas serimonial. Abimanyu (1984) menyatakan bahwa
45

