Page 41 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 41
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran
(Nurdyansyah & Amalia, 2018). Pembelajaran berbasis masalah memiliki
lima tahapan pelaksanaan sebagai berikut.
a. Konsep Dasar
Pemberian konsep dasar diperlukan untuk memastikan peserta didik
memperoleh kunci utama materi pembelajaran sehingga dapat
memahami petunjuk secara jelas.
b. Pendefinisian Masalah
Pendidik menyampaikan permasalahan pada masing-masing kelompok,
peserta didik melakukan berbagai kegiatan. Hal ini dapat dilakukan
dengan brainstorming, melakukan seleksi alternatif untuk memilih
pendapat yang lebih fokus, dan menentukan permasalahan dan
melakukan pembagian tugas dalam kelompok untuk mencari referensi
penyelesaian dari isu permasalahan yang didapat.
c. Pembelajaran Mandiri
Masing-masing peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat
memperjelas isu yang sedang diinvestigasi secara mandiri.
d. Pertukaran Pengetahuan
Peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi
capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok.
Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara peserta didik
berkumpul sesuai kelompok dan fasilitatornya.
e. Penilaian
Pada tahap terakhir penilaian yang dilakukan dengan memadukan tiga
aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude).
3. Pembelajaran Berbasis Inkuiri
Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan
secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki
sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis,
analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan
penuh percaya diri. Model pembelajaran inkuiri juga diartikan sebagai suatu
model pembelajaran yang dikembangkan agar siswa menemukan dan
menggunakan berbagai sumber informasi dan ide-ide untuk
meningkatkanpemahaman mereka tentang masalah, topik, atau isu tertentu
(Sutrio, Sahidu, Harjono, Gunada, & Hikmawati, 2020). Pembelajaran
berbasis inkuiri memiliki enam tahap pelaksanaan sebagai berikut.
a. Stimulation
Tahap ini tenaga pendidik memulai dengan mengajukan persoalan atau
menyuruh peserta didik membaca atau mendengarkan uraian yang
memuat permasalahan didalamnya.
b. Problem Statement
Tahap ini peserta didik diberi kesempatan mengidentifikasi berbagai
permasalahan sebanyak mungkin. Kemudian peserta didik memilih satu
masalah yang dipandang paling menarik dan fleksibel untuk dipecahkan.
Permasalahan yang dipilih ini selanjutnya harus dirumuskan dalam
pernyataan hipotesis, sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang
telah dirumuskan.
c. Data Collection
38

