Page 23 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 23
22
Sebelum menjadi bagian negara kolonial Hindia
Belanda, Madiun merupakan wilayah kesultanan
Yogyakarta yang disebut sebagai wilayah luaran atau
mancanegara. Pasca berakhirnya perang Jawa tahun
(1825-1830), Belanda mengambil alih wilayah luaran
atau Mancanegara tersebut termasuk Madiun.
Berdasarkan Algemeene Verslag Madiun tahun 1832
bendel VIII, wilayah Madiun mulai diatur oleh
pemerintah Belanda pada awal tahun 1832. Adapun
orang orang Belanda mulai datang dan menetap di
wilayah Madiun pada tahun 1860. Sebagian dari
mereka bekerja sebagai ambtenaar karesidenan dan
controleur perkebunan rakyat. Pada awal
kedatangannya, orang orang Belanda tersebut
bertempat tinggal di Desa Kartoharjo bagian utara
dan bagian selatan (Hadiatmodjo, 1980:205).
Pada masa pemerintahan Belanda, setiap
karesidenan dipimpin oleh residen. Proses pemilihan
residen tersebut ditunjuk secara langsung oleh
Pemerintah Belanda. Kedudukan seorang residen
lebih tinggi dari asisten residen dan bupati. Residen
memiliki tugas utama untuk mengkoordinasi dan
mengawasi jalannya pemerintahan di setiap
kabupaten. Adapun tata pemerintahan di
Karesidenan Madiun yaitu seorang residen

