Page 2 - A Thousand Sakura
P. 2

A   Thousand Sakura Petals


                                          https://woazy.com/




                                              Diceritkan akembali

                                                          Oleh
                                                      Heryani



               Musim ini sakura bermekaran dengan indah…
               Seorang perempuan terlihat sedang duduk di kursi taman bunga central park. Parasnya yang
               lembut menambah kecantikan sang gadis. Perempuan itu duduk tepat di hadapan pohon
               sakura yang sedang bermekaran. Tapi, walaupun perempuan itu disuguhi pemandangan bunga
               sakura yang indah, raut wajahnya terlihat sedih ketika memandang kelopak sakura yang mulai
               berjatuhan itu. Ekspresinya menggambarkan kesedihan, kepedihan, dan rasa putus asa akan
               sesuatu yang mungkin tak akan ada satu orang pun yang mengerti.

               Nama gadis itu adalah Ageha. Sebulan yang lalu, dokter memvonis bahwa Ageha positif terkena
               kanker hati akut dan sudah masuk stadium akhir. Dan dia hanya menunggu sisa-sisa hidupnya
               sebelum ajal menjemput. Ageha putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Tapi, berapa kali
               pun ia melakukan percobaan bunuh diri. Usaha yang ia lakukan selalu gagal oleh beberapa hal
               yang selalu menghalanginya.

               Suatu hari dokter menyarankan untuk menjalani operasi, tapi kemungkinan untuk berhasil
               sangatlah sedikit dan taruhannya adalah nyawa Ageha sendiri. Ageha sangat sedih dan merasa
               ia takkan bisa sembuh juga tidak akan bisa bersekolah seperti dahulu. Dia marah kepada
               tuhan, Kenapa engkau memberikanku cobaan yang sangat berat? Aku tak ingin meninggalkan
               ibuku sendirian. Kenapa engkau begitu tega memberikanku penyakit yang sangat mengerikan
               ini, tuhan. Jika engkau mencabut nyawaku, lalu ibuku bagaimana? Aku tak mau melihat ibuku
               terus menangis karena kepergianku. Batinnya. Sekarang Ageha duduk di kursi taman central
               park, sembari merenungkan nasibnya kelak dan berusaha untuk menentukan pilihan, dioperasi
               atau tidak.


               Dari kejauhan, terlihat seorang pemuda berdiri memperhatikan seorang perempuan sedang
               duduk dengan raut wajah sedih melalui kelopak sakura yang berjatuhan. Ia memandang
               perempuan itu dengan penuh tanya. Sedang apa gadis itu? Batinnya. Ia mendekati perempuan
               tersebut, semakin mendekat raut wajah pria itu berubah menjadi terpesona. Ia tidak terpesona
               dengan paras perempuan tersebut, melainkan pandangan sedih akan gadis tersebut. Ia merasa
               ditarik oleh mata sayu itu. Mata yang berwarna hitam kehijauan tajam tersebut. Perlahan ia
               berjalan mendekati perempuan itu, ketika ia mulai berada di dekatnya…
   1   2   3   4   5   6   7