Page 62 - E-MODUL PRAKTIKUM BERBASIS ETNOSAINS PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
P. 62
SIFAT LARUTAN GARAM
ORIENTASI SISWA Tahukah kalian dengan lahan gambut? Air
gambut sering dimanfaatkan untuk dikonsumsi
sebagai air bersih. Kira-kira bagaimana
pemanfaatan hidrolisis garam dalam
pengelolaan air gambut menjadi air bersih?
Gambar 3.7 Air gambut
Salah satu air yang memiliki tingkat keasaman yang relatif tinggi adalah air gambut.
Sehingga perlu pengolahan air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk aktivitas sehari-
hari. Apabila air terlalu asam atau basa dapat merusak kulit yang tidak dapat digunakan
sebagai air minum. Air gambut adalah air permukaan yang dapat ditemukan pada
daerah dataran rendah yang memiliki tanah gambut seperti pada wilayah rawa-rawa di
Lombok. Air gambut bersifat asam, memiliki pH sekitar 3-5. Karakteristik lainnya,
kandungan tersuspensi air gambut rendah, kandungan zat organik yang tinggi serta
intensitas zat warna juga tinggi.
Pengolahan air gambut menjadi air yang layak digunakan dapat dilakukan secara
sederhana maupun menggunakan teknologi canggih. Penggunaan kapur (Ca(OH) ) atau
2
tawas (Al (SO ) ) bertujuan untuk proses netralisasi atau mengatur keasaman air menjadi
4 3
2
netral. Penampahan kapur ataupun tawas dalam air menerapkan konsep hidrolisis
garam. Selain itu, partikel-partikel yang ada dalam air akan mengenda sehingga air
menjadi bersih.
Nah, apakah sudah menjawab rasa penasaran anda? Jika belum, maka mari kita pelajari
bab ini untuk mengetahui kegunaan hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari. Yuk,
pelajari materi ini secara seksama !
46
Hidrolisis Garam