Page 60 - E-Modul-27-11-24
P. 60
E-Module
dipasangkan. Dalam hal ini hasil tes dipasangkan dengan hasil
pengalaman. Pengalaman selalu mengenai hal yang sudah lampau
sehingga pengalaman tersebut dapat dikatakan sudah ada. Contohnya,
seorang guru yang ingn mengetahui apakah tes sumatif yang disusun
sudah valid atau belum valid (Riinawati, 2021). Oleh karena itu,
diperlukan lebih dahulu data yang harus dimiliki seperti, nilai ulangan
harian atau nilai ulangan sumatif lalu.
d. Validitas Prediksi (Predictive validity)
Sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi atau validitas ramalan
apabila mempunyai kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi
pada masa yang akan datang. Kita misalkan pada tes masuk perguruan
tinggi adalah sebuah tes yang diperkirakan mampu meramalkan
keberhasilan peserta tes dalam mengikuti kuliah di masa yang akan
datang. (Arikunto, 2012). Validitas yang menunjukkan satu tes yang dapat
memprediksi tentang bagaimana baik seseorang akan melakukan suatu
prospek tugas atau pekerjaan yang direncanakan (Sukardi, 2011).
2) Cara mengetahui validitas alat ukur
Salah satu cara untuk mencari koefisien validitas adalah dengan
menggunakan rumus korelasi produk–momen memakai angka kasar (raw
score) dengan rumus:
rxy = .Ʃ ( Ʃ )( Ʃ )
{ . Ʃ ( Ʃ ) }{ . ( ) }
Tabel 3. 1 Kriteria Validitas Butir Soal
Nilai Koefesien (%) Kriteria
0,80 – 1,00 Sangat tinggi
0,60 – 0,79 Tinggi
0,40 – 0,59 Cukup
0,20 – 0,39 Rendah
0,00 – 0,19 Sangat rendah
Berikut ini contoh dalam menghitung validitas menggunakan rumus
Product Moment, yaitu Menghitung validitas tiap item soal pilihan ganda (PG).
Mari kita aplikasikan langsung ke contoh Validitas per butir soal, dibawah ini
adalah data tes hasil belajar siswa.
50