Page 59 - E-Modul-27-11-24
P. 59

E-Module
                                                                                                         E-Module







                            2.  Analisis Butir Soal Secara Kuantitatif

                                    Menurut  Ratnawulan  &  Rusdiana  (2015),  analisis  kuantitatif  dilakukan
                              untuk  melihat  instrumen  penilaian  setelah  soal  itu  diuji  cobakan  kepada
                              sampel  yang  representativ.  Melalui  analisis  ini  dapat  diketahui  apakah  soal
                              dapat  diterima  karena  didukung  oleh  statistik,  direvisi  terbukti  terdapat
                              kelemahan, atau bahkan tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara

                              empiris tidak berfungsi sama sekali. Analisis kuantitatif dapat dilakukan secara
                              manual  menggunakan  rumus  yang  tersedia,  atau  dengan  bantuan  aplikasi
                              seperti ANATES.


                            B.  Analisis Item Menggunakan Rumus
                            1.  Validitas
                                  Validitas  (validity,  kesahihan)  beraitan  dengan  permasalahan  tes  yang

                                dimaksudkan  untuk  mengukur  secara  tepat  sesuatu  yang  akan  diukur
                                tersebut. Instrumen yang valid menandakan alat ukur yang digunakan untuk
                                mendapatkan data tersebut valid. Data yang valid berarti instrumen tersebut
                                dapat digunakan untuk mengukur apa yang harusnya diukur.
                              1) Macam-macam validitas

                                a.  Validitas Isi (content validity)
                                      Menurut  (Arikunto,  2012),  validitas  isi  mengukur  tujuan  khusus
                                  tertentu  yang  sejajar  dengan  materi  atau  isi  (konten)  pelajaran  yang

                                  diberikan.  Misalnya,  pada  proses  pembelajaran  mempelajari  materi
                                  tentang  ekosistem.  Oleh  karena  itu,  untuk  kemampuan  peserta  didik
                                  dalam materi tersebut, guru akan merancang instrumen berupa soal yang
                                  berkaitan dengan materi ekosistem.
                                b.  Validitas Konstruksi (construct validity)

                                     Validitas konstruk, artinya kejituan suatu tes yang ditinjau dari susunan
                                  tes tersebut (Riinawati, 2021). Sebuah tes dikatakan validitas konstruksi
                                  apabila  butir-butir  soal  yang  membangun  tes  tersebut  mengukur  setiap
                                  aspek berpikir seperti yang telah disebutkan dalam tujuan pembelajaran.

                                c.  Validitas Ada Sekarang (concurrent validity)
                                     Validitas  ada  sekarang  (empiris/validitas  pengalaman),  sebuah  tes
                                  dapat  dikatakan  memiliki  validitas  empiris  jika  hasilnya  sesuai  dengan
                                  pengalaman.  Jika  ada  istilah  “sesuai”  tentunya  ada  dua  hal  yang





                                                                                                    49
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64