Page 130 - Keterangan Pers Kepala Badan POM dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta
P. 130
Judul : Jumlah Daerah dengan Risiko Tinggi Meningkat
Nama Media : validnews.id
Tanggal : 2 September 2020
Halaman/URL : https://www.validnews.id/Jumlah-Daerah-dengan-Risiko-
Tinggi-Meningkat-Jya
Tipe Media : Online
Jumlah kabupaten/kota yang tergolong
zona merah atau risiko tinggi meningkat
sepekan terakhir. Kalau sebelumnya hanya
32 kabupaten/kota yang tergolong zona
merah atau risiko tinggi, kini jumlahnya 65
Kabupaten/kota.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas)
Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono
Adisasmito mengatakan, secara persentase daerah dengan risiko tinggi naik cukup
pesat, dari semula 6,32% menjadi 12,65%. Artinya, hingga 30 Agustus 2020
terdapat penambahan 43 kabupaten/kota yang berubah menjadi risiko tinggi yang
mulanya risiko sedang.
Oleh karena itu, Wiku memohon agar 43 kabupaten/kota yang masuk ke dalam
daerah risiko tinggi untuk bekerja lebih keras lagi bersama masyarakat. "Agar bisa
memperbaiki kondisi daerahnya dengan tepat," kata Wiku saat konferensi pers
seperti disaksimkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9).
Hal yang sama juga terjadi untuk daerah dengan risiko sedang. Tercatat, saat ini
kabupaten/kota dengan risiko sedang berjumlah 230 dari semula 222. Secara
persentase, kabupaten/kota zona risiko sedang naik, dari 43,19% menjadi 44,75%.
Di sisi lain, terjadi pengurangan kabupaten/kota dengan risiko rendah. Dari 189
menjadi 151, atau menurun dari semula 36,77% menjadi 29.38%.
Demikian pula daerah tidak terdampak, menurun dari 30 menjadi 26 kabupaten/kota,
atau dari semula 13,82% menjadi 13,22%. Wiku membeberkan, 26 kabupaten/kota
yang tidak terdampak mayoritas berasal dari kepulauan.
"Karena pengendalian kasus di kepulauan lebih mudah dibanding daratan, di mana
bisa terjadi aktivitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan mudah,"
kata dia.
Vaksin Milik Publik
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO)
menekankan pentingnya berbagi vaksin covid-19 untuk mencapai kesembuhan
dunia. Termasuk mencegah monopoli vaksin atau pengembangan vaksin yang
hanya diperuntukan bagi satu negara tertentu saja.

