Page 21 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 21
BAB IV
ZIARAH KE MAKAM RASULULLAH
Sebagian orang yang mengaku dirinya sebagai ulama
mengklaim bahwa melakukan perjalanan (safar) dengan tujuan
ziarah ke makam nabi atau wali adalah maksiat yang haram
dilakukan. Pernyataan ini sama sekali tidak berdasar. Bahkan
bertentangan dengan ijma' (kesepakatan para ulama) dari kalangan
madzhab yang empat dan juga ulama selain madzhab empat. Yakni
ulama sejati yang dapat dipercaya fatwa-fatwa mereka.
Ziarah ke makam nabi hukumnya adalah sunnah. Baik bagi
orang yang berdomisili di Madinah maupun bagi mereka yang
tinggal jauh dari Madinah. Tegasnya, menempuh perjalanan dari
luar kota Madinah ke Madinah dengan niat hanya berziarah ke
makam beliau adalah sunnah dan sudah barang tentu pelakunya
mendapat pahala dari Allah 'azza wajalla.
Banyak hadits dan atsar yang bisa dijadikan dalil atas hal ini.
Di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam
Musnad-nya, ath-Thabarani dalam al Mu'jam al Kabir dan al Awsath
dan al Hakim dalam Mustadrak-nya bahwasanya "pada suatu hari
datang Marwan (Marwan ibn al Hakam, salah seorang khalifah
bani Umayyah). Dia mendapati seseorang meletakkan wajahnya di
atas makam Rasulullah (karena rindu dan ingin memperoleh
berkah dari beliau). Marwan menghardik orang itu: "Tahukah
kamu apa yang sedang kamu perbuat ?", lalu orang itu menoleh dan
ternyata dia adalah Abu Ayyub al Anshari (salah seorang sahabat
nabi) kemudian berkata: "Ya, aku mendatangi Rasulullah dan aku
tidak mendatangi sebongkah batu, aku mendengar Rasulullah
17

