Page 41 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Keempat_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 41

diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk,
                  turun, naik dan sebagainya.
                  مِظعلا  بير ناحبس  maknanya adalah maha suci Allah yang maha


                  agung  derajat-Nya,  ٌلعٓا  بير  ناحبس  maknanya  maha  suci

                  Tuhanku  yang  maha  tinggi  derajat-Nya  bukan  tempat-Nya,
                  karena Allah maha suci dari tempat. Allah ada sebelum adanya
                  tempat  tanpa  tempat,  dan  setelah  menciptakan  tempat  Allah
                  tetap  ada  seperti  sediakala  tanpa  tempat.  Sebagaimana  dapat
                  diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum
                  terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima
                  wujud-Nya tanpa  tempat  dan  arah  setelah  terciptanya tempat
                  dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah.
                  Kemuliaan  sesuatu  bukanlah  diukur  dari  tempat  di  mana
                  sesuatu  tersebut  berada,  tetapi  diukur  dari  derajat  dan
                  keagungannya.
                  Di  antara  keutamaan  tasbih  bahwa  orang  dengan  hanya
                  membacanya dengan mengatakan هدمبحو للها ناحبس maka akan

                  ditumbuhkan  untuknya  pohon  kurma  di  surga  (H.R.  at-
                  Tirmidzi), yang batangnya dari emas, sangat indah, tidak pernah
                  layu  dan  kering,  tidak  pernah  berhenti  berbuah,  kekal  dan
                  rasanya  nikmat  tiada  terkira.  Sebanyak  seseorang  bertasbih
                  sebanyak  itu  pula  pohon  kurma  ditumbuhkan  untuknya  di
                  surga.







                                                37
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46