Page 8 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Keempat_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 8
al Imam Abu Hasan al Asy'ari berkata dalam kitab an-
Nawadir:
." هب رفاك هنإو هبرب فراع يْغ يوف مسج للها نأ دقتعا نم "
"Barang siapa yang meyakini bahwa Allah adalah jisim
maka dia tidak tahu tentang tuhannya dan sesungguhnya
dia kafir terhadap-nya".
Ini semua adalah bantahan terhadap orang-orang
yang membagi tauhid menjadi tiga macam; Tauhid
Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah dan Tauhid al Asma' wa
ash-Shifat. Pembagian tauhid yang digagas oleh Ibnu
Taimiyah dan diikuti oleh para pengikutnya ini menyalahi
Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Maksud dan tujuan dari
pembagian ini adalah untuk mengkafirkan orang-orang
mukmin yang bertawassul dengan para nabi dan orang-
orang shalih, mengkafirkan orang-orang mukmin yang
mentakwil ayat-ayat yang mengandung sifat-sifat Allah dan
mengembalikan penafsirannya kepada ayat-ayat
muhkamat. Ini berarti pengkafiran terhadap Ahlussunnah
Wal Jama’ah yang merupakan kelompok mayoritas di
kalangan umat Muhammad.
Dikatakan kepada mereka: Siapakah di antara
ulama' salaf yang membagi tauhid menjadi tiga ini?
Jawabannya: tidak ada. Apakah ummat Islam seluruhnya
tidak memahami للها ٗإ هلإ ٗ sebelum munculnya Ibnu
Taimiyah !!! lalu apa komentar Ibnu Taimiyah dan para
pengikutnya terhadap para sahabat, tabi'in dan para ulama
salaf yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat sifat!!!
Terakhir, sebagian ulama Ahlussunnah mengatakan:
4

