Page 386 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 386

Fuad Hassan, semasa
                                                                                                                                                                                                                                                                menjabat Menteri
                                                                                                                                                                                                                                                                Pendidikan dan
                                                                                                                                                                                                                                                                Kebudayaan, sedang
                                                                                                                                                                                                                                                                membuka Pameran
                                                                                                                                                                                                                                                                Lukisan Paris Jakarta
                                                                                                                                                                                                                                                                1950-1960
                                           Jibouti (1976-1980). Kiprahnya sebagai duta besar dan pengalaman yang malang-melintang di dunia                                                                                                                      (Sumber: http://arsip.
                                                                                                                                                                                                                                                                galeri-nasional.or.id/
                                           pendidikan mengantarkannya sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar                                                                                                                          documentations/
                                           Negeri (1980-1985). Dua tahun setelah menduduki jabatan itu untuk kedua kalinya ia diangkat menjadi                                                                                                                  11917/detail_file)
                                           anggota MPR (1982-1987).

                                           Pada tanggal 30 Juli 1985 Fuad Hasan dilantik Presiden Soeharto sebagai Mendikbud menggantikan
                                           Nugroho Notosusanto yang meninggal dunia pada tanggal 3 Juni 1985. Dalam amanat saat pelantikan,
                                           Soeharto mengingatkan bahwa dalam zaman pembangunan Mendikbud mempunyai tugas yang tidak
                                           ringan karena pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian yang teramat penting dari keseluruhan
                                           pembangunan bangsa  dalam arti yang  seluas-luasnya. Kecerdasan, kemampuan, bahkan juga  watak
                                           bangsa Indonesia pada masa yang akan datang, lanjut Soeharto, ditentukan oleh pendidikan yang
                                           sekarang diberikan kepada anak-anak bangsa dan pengembangan budaya pada masa kini. Oleh karena
                                           itu salah satu pokok tugas negara adalah meningkatkan kecerdasan dan memperkuat watak bangsa
                                           serta mengembangkan budaya, agar bangsa Indonesia mampu tumbuh menjadi  bangsa yang maju  dan
                                           berbudaya, kuat, dan terhormat.

                                           Setelah masa kerja Kabinet Karya Pembangunan IV berakhir, Fuad Hasan masih dipercaya memimpin
                                           Depdikbud pada kabinet berikutnya (1988-1993). Dalam dua masa kepemimpinan itu terlihat jelas ada
                                           perbedaan kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang dijalankan Fuad Hasan.

                                           Penampilan Fuad Hasan sebagai pendidik yang juga masuk dalam birokrasi pendidikan diabadikan oleh
                                           murid terbaiknya, jurnalis Tempo Goenawan Mohamad, yang menjadi mahasiswanya di Fakultas Psikologi
                                           UI. “Dosen kurus berpakaian putih-putih itu bernama Fuad Hasan. Kini dia Menteri Pendidikan dan
                                           Kebudayaan. Saya tak tahu bagaimana kelak dia akan dikenang sebagai seorang menteri dalam sejarah,
                                           tapi dia akan tetap saya ingat sebagai seorang guru dari jenis yang punya jejak panjang,” demikian gores
                                           ingatan Goenawan dalam Catatan Pinggir 3. 1


                                           Pujian yang dilayangkan Goenawan bukan isapan jempol. Fuad Hasan, menurut Goenawan Mohamad,
                                           bukan sekadar sosok yang pintar di depan kelas tetapi juga memiliki kelebihan lain. “Guru jenis ini
                                           bisa menggugah minat. Ia bisa merangsang keasyikan menalar hingga kita pun jadi tekun menggunakan
                                           kapasitas pemikiran kita untuk memecahkan soal,” tulis Goenawan dalam Catatan Pinggir 3 dalam sub
                                           judul “Guru”.

                                           Tulisan-tulisan Goenawan, terutama pada tokoh nasional hingga orang yang dikagumi, jarang berisi
                                           pujian untuk sosok yang mampu mengubah paradigma hidupnya. Pada akhir tulisan mantan Pemred
                                           Tempo ini menegaskan bahwa tidak semua guru bermental sama dengan Fuad Hasan. Bukan tanpa
                                           alasan bila Goenawan kemudian memperkuat argumentasinya, “Ia menghidupkan generator dalam diri
                                           kita untuk menjelajahi cakrawala pengetahuan dan menjelajahi cakrawala adalah proses yang tak habis-
                                           habisnya. Karena itu jejaknya panjang.”


                                           PEMIKIRAN UNTUK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


                                           “Naik di tengah jalan” menyebabkan Fuad Hasan tidak membuat perubahan besar pada tahun-tahun
                                           pertama kepemimpinannya di Depdikbud; bahkan ia berjanji tidak akan menjadikan anak didik sebagai
                                           kelinci percobaan sebagaimana pameo yang berkembang di tengah masyarakat “ganti pejabat, ganti
                                           kebijakan”. Menyikapi heboh mengenai Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang dicanangkan
                                           Nugroho  Notosusanto, Fuad Hasan lebih memilih sikap meredam kehebohan. Tidak banyak
                                           pernyataan yang dia keluarkan sehubungan dengan kebijakan tersebut. Sebagai gantinya, Fuad memilih
                                           berkonsentrasi pada penuntasan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang akan menjadi dasar
                                           Sistem Pendidikan Nasional. 2




                             374  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018                                                                                                             MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  375
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391