Page 40 - E-MODUL SIFAT ASAM BASA SENYAWA ORGANIK_ANDRA MEISANTRY ASSARI_(F1062181002)
P. 40

2.1.1     Sifat Asam Asam Karboksilat

















                                        Video 1. Sifat Asam Asam Karboksilat.

                                       Sumber: https://youtu.be/T6WDFCHl0cc.

                              Keasaman  dari  asam  karboksilat  ditentukan  oleh  mudahnya  gugus  ─OH
                       dengan  melepaskan  ion  hidrogen  dari  ─OH  pada  alkohol.  Perhatikan  struktur

                       reaktan dan produk kedua senyawa tersebut pada Gambar 26.



                                              alkohol                ion alkoksida






                                           asam karboksilat       resonansi antara ion karboksilat I
                                                                  dan ion karboksilat II


                       Gambar 26. Persamaan Reaksi Keasaman dari Asam Karboksilat Ditentukan oleh
                                                Gugus ─OH (Riswiyanto, 2009).

                              Pada  reaksi  kesetimbangan  alkohol,  ion  alkoksida  hanya  mempunyai  satu
                                                    -
                      bentuk  struktur,  yaitu  R─O ,  sedangkan  pada  asam  karboksilat,  ion  karboksilat
                      berada dalam dua bentuk resonansi I dan resonansi II. Ini berarti ion karboksilat

                      distabilkan  oleh  adanya  resonansi.  Resonansi  ini  memudahkan  pelepasan  ion
                      hidrogen sehingga keasaman dari asam karboksilat lebih besar daripada alkohol.

                              Menurut teori resonansi, ion karboksilat berada dalam hibridisasi dari dua
                      struktur  dengan  kestabilan  yang  sama.  Atom  karbon  dihubungkan  dengan  atom
                      oksigen di mana muatan negatif terdistribusi sama di antara kedua atom oksigen,

                      dan  panjang  ikatan  dari  dua  ikatan  karbon-oksigen  adalah  negatif  seperti  pada
                      Gambar 27. (Riswiyanto, 2009).


                                                                                                       30
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45