Page 4 - latihan anyflip
P. 4

Andriani Elisa Pahlevi / KEMAS 7 (2) (2012) 122-126

                  Pendahuluan                                 besar  bahkan  melebihi  orang  dewasa.
                                                              Kemampuan  kemandirian  anak  akan  semakin
                        Kualitas  sumber  daya  manusia  (SDM)  dirasakan  dimana  lingkungan  luar  rumah,
                  merupakan  faktor  utama  yang  diperlukan  dalam  hal  ini  sekolah  cukup  besar,  sehingga
                  untuk  melaksanakan  pembangunan  nasional.  beberapa masalah sudah mampu diatasi dengan
                  Faktor gizi memegang peranan penting dalam  lingkungan yang ada, rasa tanggungjawab, dan
                  mencapai SDM berkualitas (Depkes RI, 2005).  percaya diri dalam tugas sudah mulai terwujud,
                  Gizi yang baik akan menghasilkan SDM yang  sehingga  dalam  menghadapi  kegagalan  maka
                  berkualitas  yaitu  sehat,  cerdas  dan  memiliki  anak  sering  kali  dijumpai  reaksi  kemarahan
                  fisik  yang  tangguh  serta  produktif.  Perbaikan  atau  kegelisahan,  perkembangan  kognitif,
                  gizi diperlukan pada seluruh siklus kehidupan,  psikososial, interpersonal, psikoseksual, moral,
                  mulai  sejak  masa  kehamilan,  bayi  dan  anak  dan  spiritual  sudah  mulai  menunjukkan
                  balita, pra sekolah, anak SD dan MI, remaja dan  kematangan pada usia ini .
                  dewasa sampai usia lanjut (Heath et al., 2005).   Berdasarkan  laporan  kasus  gizi  buruk
                        Upaya  peningkatan  status  gizi  untuk  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun
                  pembangunan  sumber  daya  manusia  yang  2006,  terdapat  15.582  anak  di  Jawa  Tengah
                  berkualitas  pada  hakekatnya  harus  dimulai  mengalami  kasus  gizi  buruk.  5.964    sembuh,
                  sedini mungkin, salah satunya anak usia sekolah.  48 meninggal dunia dan 9.570 lainnya masih
                  Anak sekolah dasar merupakan sasaran strategis  dalam kondisi memprihatinkan. Data sekunder
                  dalam  perbaikan  gizi  masyarakat  (Calderón,  yang  diperoleh  dari  kegiatan  pemeriksaan
                  2002;  Choi  et  al.,  2008).  Hal  ini  menjadi  kesehatan  berkala  dan  penjaringan  kesehatan
                  penting  karena  anak  sekolah  merupakan  tahun  2007  oleh  Dinas  Kesehatan  Kota
                  generasi  penerus  tumpuan  bangsa  sehingga  Semarang  menunjukkan  bahwa  dari  48.216
                  perlu  dipersiapkan  dengan  baik  kualitasnya,  anak SD dan MI yang diperiksa, sebanyak 813
                  anak sekolah sedang mengalami pertumbuhan  anak mengalami gizi kurang.
                  secara fisik dan mental yang sangat diperlukan   Hasil    lain    dari    studi    pendahuluan
                  guna  menunjang  kehidupannya  di  masa  pada  bulan  Mei  2010,  di  SD  Negeri  Ngesrep
                  mendatang, guna mendukung keadaan tersebut  02  Kecamatan  Banyumanik  Kota  Semarang
                  di atas anak sekolah memerlukan kondisi tubuh  dengan  menggunakan  indikator  BB/U  hasil
                  yang optimal dan bugar, sehingga memerlukan  yang didapat yaitu, dari 62 anak SD kelas 4, 5
                  status gizi yang baik (Depkes RI, 2005; Joshi,  dan 6 hanya 11 anak yang bergizi baik (17,7%),
                  2011).                                      15 anak (24,2%) bergizi sedang, dan anak yang
                        Pertumbuhan  fisik  sering  dijadikan  bergizi kurang sebanyak 36 anak (58,1%).
                  indikator  untuk  mengukur  status  gizi  baik   Pada anak-anak, KEP dapat berdampak
                  individu  maupun  populasi.  Seorang    anak   dalam  menghambat  pertumbuhan,  rentan
                  yang  sehat  dan  normal  akan  tumbuh  sesuai  terhadap  penyakit  infeksi  dan  mengakibatkan
                  dengan  potensi  genetik  yang  dimilikinya  rendahnya  tingkat  kecerdasan.  Anak  disebut
                  (Bryan  et  al.,  2004).  Tetapi  pertumbuhan  ini  KEP apabila berat badannya kurang dari 80%
                  juga  akan  dipengaruhi  oleh  asupan  zat  gizi  indeks  berat  badan  menurut  umur  (BB/U)
                  yang  dikonsumsi  dalam  bentuk  makanan.  baku WHO-NCHS. Pada umumnya penderita
                  Kekurangan  atau  kelebihan  zat  gizi  akan  KEP berasal dari keluarga yang berpenghasilan
                  dimanifestasikan  dalam  bentuk  pertumbuhan  rendah (Supariasa, et al., 2002).
                  yang menyimpang dari pola standar.               Faktor  penyebab  langsung  terjadinya
                        Pertumbuhan      dan      perkembangan  kekurangan  gizi  adalah  ketidakseimbangan
                  pada  masa  sekolah  akan  mengalami  proses  gizi  dalam  makanan  yang  dikonsumsi  dan
                  percepatan  pada  umur  10-12  tahun,  dimana  terjangkitnya penyakit infeksi. Penyebab tidak
                  pertambahan  berat  badan  per    tahunnya  langsung adalah ketahanan pangan di keluarga,
                  sampai 2,5kg. Aktivitas pada anak usia sekolah  pola pengasuhan anak dan pelayanan kesehatan.
                  semakin  tinggi  dan  memperkuat  kemampuan  Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat
                  motoriknya  (Taras,  2005).  Pertumbuhan  pendidikan,  pengetahuan  dan  ketrampilan
                  jaringan  limfatik  pada  usia  ini  akan  semakin  keluarga serta tingkat pendapatan keluarga



                                                                                                    123
   1   2   3   4   5   6   7   8