Page 5 - latihan anyflip
P. 5
Andriani Elisa Pahlevi / KEMAS 7 (2) (2012) 122-126
(Supariasa, et al., 2002; Mukherjee et al., 2008). kegiatan penyuluhan dan sejenisnya, pada
Faktor ibu memegang peranan penting dalam dasarnya merupakan usaha perbaikan yang
menyediakan dan menyajikan makanan yang menggunakan cara mendidik masyarakat
bergizi dalam keluarga, sehingga berpengaruh sehingga dapat mengatasi masalah gizinya.
terhadap status gizi anak (Lazzeri et al., 2006; Berdasarkan hasil analisis hubungan
Rina, 2008). pendidikan ibu dengan status gizi kurang
menggunakan uji chi square diperoleh nilai p
Metode sebesar 0,0001 dengan CC sebesar 0,536. Nilai
p< 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima,
Jenis penelitian ini adalah analitik yang artinya ada hubungan antara pendidikan
observasional dengan pendekatan belah ibu dengan status gizi pada anak kelas 4, 5
lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02 Kecamatan
seluruh siswa kelas 4, 5 dan 6 SD Negeri Ngesrep Banyumanik Kota Semarang tahun 2011,
02 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang dengan kekuatan hubungan sedang.
yang berjumlah 64 siswa. Teknik pengambilan Menurut Proverawati dan Asfuah
sampel yaitu purposif dengan kriteria inklusi (2009), tingkat pendidikan formal merupakan
dan eksklusi dan didapatkan sampel sebanyak faktor yang ikut menentukan mudah
62 orang. Teknik pengambilan data dilakukan tidaknya seseorang menyerap dan menekuni
dengan wawancara langsung kepada responden pengetahuan yang diperoleh. Masukan gizi
yaitu ibu anak, observasi, dokumentasi, anak sangat tergantung pada sumber-sumber
sedangkan data status gizi (BB/U) dilakukan yang ada di lingkungan sosialnya, salah satu
dengan pengukuran antropometri. Instrumen yang menentukan adalah ibu. Peranan orang
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tua, khususnya ibu, dalam menyediakan dan
timbangan injak, kuesioner, dan formulir recall menyajikan makanan bergizi bagi keluarga,
24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat khususnya anak menjadi penting. Kualitas
dan bivariat (menggunakan uji chi square) pelayanan ibu dalam keluarga ditentukan oleh
dengan α = 0,05. penguasaan informasi dan faktor ketersediaan
waktu yang memadai. Kedua faktor tersebut
Hasil dan Pembahasan antara lain faktor determinan yang dapat
ditentukan dengan tingkat pendidikan,
Karakteristik dari kelompok sampel interaksi sosial dan pekerjaan.
dalam penelitian ini diantaranya adalah Berdasarkan hasil analisis hubungan
berjenis kelamin laki-laki (53,23%), golongan pendapatan keluarga dengan status gizi
usia ibu terbanyak 34-41 tahun (50%), usia menggunakan uji chi square diperoleh nilai p
anak terbanyak 11 tahun (35,5%). sebesar 0,0001 dengan CC sebesar 0,563. Nilai
Berdasarkan hasil analisis hubungan p< 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima,
tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi yang artinya ada hubungan antara pendapatan
menggunakan uji chi square diperoleh nilai p keluarga dengan status gizi pada anak kelas 4,
sebesar 0,0001 dengan CC sebesar 0,587. Nilai 5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02 Kecamatan
p < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, Banyumanik Kota Semarang tahun 2011,
yang artinya ada hubungan antara tingkat dengan kekuatan hubungan sedang.
pengetahuan ibu dengan status gizi pada Pendapatan merupakan pengaruh yang
anak kelas 4, 5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02 kuat terhadap status gizi. Setiap kenaikan
Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tahun pendapatan umumnya mempunyai dampak
2011, dengan kekuatan hubungan sedang. langsung terhadap status gizi penduduk.
Pengetahuan gizi yang rendah dapat Pendapatan merupakan faktor yang paling
menghambat usaha perbaikan gizi yang baik menentukan kualitas dan kuantitas makanan.
pada keluarga maupun masyarakat sadar gizi Pendapatan keluarga yang memadai akan
artinya tidak hanya mengetahui gizi tetapi menunjang tumbuh kembang anak karena
harus mengerti dan mau berbuat. Penambahan orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan
pengetahuan pada masyarakat melalui berbagai anak baik primer maupun sekunder. Jika
124

