Page 6 - latihan anyflip
P. 6

Andriani Elisa Pahlevi / KEMAS 7 (2) (2012) 122-126

                  tingkat  pendapatan  naik,  jumlah  dan  jenis  yang  erat  antara  penyakit  infeksi  dengan
                  makanan  cenderung  membaik  pula.  Namun,  kejadian  malnutrisi.  Terjadi  interaksi  yang
                  mutu makanan tidak selalu membaik jika tidak  sinergis  antara  malnutrisi  dengan  kejadian
                  digunakan untuk membeli pangan atau bahan  infeksi,  infeksi  akan  mempengaruhi  status
                  pangan berkualitas gizi tinggi.             gizi.  Secara  patologis  mekanismenya  adalah
                        Berdasarkan  hasil  analisis  hubungan  penurunan  asupan  zat  gizi  akibat  kurangnya
                  jumlah  anggota  keluarga  dengan  status  gizi  nafsu  makan,  menurunnya  absorbsi,  dan
                  menggunakan uji chi square diperoleh nilai p  kebiasaan  mengurangi  makanan  saat  sakit,
                  sebesar 0,074 dengan CC sebesar 0,221. Nilai  peningkatan  kehilangan  cairan  atau  zat  gizi
                  p> 0,05 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak,  akibat penyakit diare, mual atau muntah akibat
                  yang artinya tidak ada hubungan antara jumlah  perdarahan yang terus-menerus, meningkatnya
                  anggota  keluarga  dengan  status  gizi    pada   kebutuhan akibat sakit dan parasit yang terdapat
                  anak kelas 4, 5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02  di dalam tubuh (Supariasa, et al., 2002).
                  Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tahun         Berdasarkan  hasil  analisis  hubungan
                  2011, dengan kekuatan hubungan rendah.      tingkat  konsumsi  energi  dengan  status  gizi
                        Hasil  penelitian  tersebut  tidak  sejalan  menggunakan uji chi square diperoleh nilai p
                  dengan  UU  No.  21  Tahun  1994  pasal  6   sebesar 0,0001 dengan CC sebesar 0,542. Nilai
                  tentang   Penyelenggaraan    Pembangunan  p kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha
                  Keluarga  Sejahtera,  menyebutkan  bahwa  diterima,  yang  artinya  ada  hubungan  antara
                  dalam mencapai suatu peningkatan status gizi  tingkat konsumsi energi dengan status gizi pada
                  keluarga salah satunya dapat dilakukan dengan  anak kelas 4, 5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02
                  pengembangan  kualitas  keluarga  melalui  Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tahun
                  penyelenggaraan  Keluarga  Berencana  yang  2011, dengan kekuatan hubungan sedang.
                  mengatur  tentang  jumlah  anggota  keluarga.    Menurut Supariasa, et al (2002), tingkat
                  Teori  lain  juga  menyebutkan  bahwa  program  konsumsi  energi  itu  berpengaruh  secara
                  pemerintah  melalui  Keluarga    Berencana   langsung pada status gizi. Energi itu diperoleh
                  telah  menganjurkan  norma  keluarga  kecil  dari  karbohidrat,  protein  dan  lemak.  Energi
                  bahagia dan sejahtera yaitu dua anak saja dan  diperlukan  untuk  pertumbuhan,  metabolisme,
                  dengan jarak antara anak satu dengan lainnya  utilisasi  bahan  makanan  dan  aktivitas.
                  sekitar  3  tahun,  sehingga  orang  tua  dapat  Kebutuhan  energi  disuplai  terutama  oleh
                  memberikan kasih sayang dan perhatian pada  karbohidrat  dan  lemak,  sedangkan  protein
                  anak  dan  sebaliknya  anak  akan  mendapatkan  untuk  menyediakan  asam amino  bagi  sintesis
                  kebutuhan  yang  diperlukan  untuk  tumbuh  protein sel dan hormon  maupun enzim untuk
                  kembangnya.  Secara  ekonomi  keluarga  kecil  mengukur metabolisme.
                  lebih  menguntungkan,  sehingga  diharapkan      Berdasarkan  hasil  analisis  hubungan
                  kesejahteraan keluarga lebih terjamin.      tingkat  konsumsi  protein  dengan  status  gizi
                        Berdasarkan  hasil  analisis  hubungan  menggunakan uji chi square diperoleh nilai p
                  penyakit   infeksi   dengan   status   gizi  sebesar 0,0001 dengan CC sebesar 0,482. Nilai
                  menggunakan uji chi square diperoleh nilai p  p kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha
                  sebesar 0,001 dengan CC sebesar 0,387. Nilai  diterima,  yang  artinya  ada  hubungan  antara
                  p< 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima,  tingkat  konsumsi  protein  dengan  status  gizi
                  yang artinya ada hubungan antara pendapatan  pada anak kelas 4, 5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep
                  keluarga dengan status gizi pada anak kelas 4,  02  Kecamatan  Banyumanik  Kota  Semarang
                  5 dan 6 di SD Negeri Ngesrep 02 Kecamatan  tahun  2011,  dengan  kekuatan  hubungan
                  Banyumanik  Kota  Semarang  tahun  2011,  sedang.
                  dengan kekuatan hubungan rendah.                 Hasil  penelitian  tersebut    sejalan
                        Dampak penyakit pada anak-anak sama  dengan  teori  yang  menyebutkan    bahwa
                  dengan dampak kekurangan gizi. Secara umum,  tingkat  konsumsi  protein  itu  secara  langsung
                  adanya  penyakit  menyebabkan  berkurangnya  dapat  mempengaruhi  status  gizi.  Protein
                  asupan pangan karena selera makan menurun.  adalah  bagian  dari  semua  sel  hidup  dan
                  Scrimshaw menyebutkan bahwa ada hubungan  merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air.



                                                                                                    125
   1   2   3   4   5   6   7   8