Page 210 - E-Modul Nurfadillah
P. 210

tahu,  memahami  apa  yang  diketahui,  bisa  mengaplikasikan  apa  yang  dipahami,  mampu

               menganalisa  permasalahan  berdasarkan  pemahaman  teori  atau  konsep,  dapat  melakukan


               analisis-sintesis berdasarkan pemahaman teori atau konsep dan mengaitkannya dengan teori

               atau konsep lainnya, serta mampu menilai dan mangambil sikap berdasarkan pengetahuannya


               itu. Dalam aspek afektif diharapkan terjadi perubahan terhadap sikap anak berdasarkan nilai-

               nilai hidup yang positif. Sedangkan dalam aspek psikomotorik anak diharapkan bertambah


               ketrampilan yang dimilikinya.

                   Setiap  anak  mempunyai  kemampuan  baik  yang  berada  dalam  ranah  kognitif,  afektif,


               maupun  psikomotorik  yang  belum  dikembangkan  secara  optimal.  Melalui  pendidikan,

               diharapkan  anak  dapat  melakukan  eksplorasi  terhadap  kemampuannya  yang  terpendam.


               Peranan guru dalam pembelajaran adalah menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan

               potensi terpendam dalam diri siswa (tacit) dapat berkembang secara optimal, dan seimbang

               antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan spiritual. Dengan


               memahami tingkat  perbedaan kemampuan dalam  mengajar hendaknya  me-  individu,  maka

               guru mulai dari titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak


               dengan  tujuan  mem-  perluas  cakrawala  anak.  Atas  dasar  prinsip  perbedaan,  maka  dalam

               pembelajaran guru juga perlu mempelajari perilaku anak, menempatkan dan memperlakukan


               anak yang sesuai dan tepat agar dapat belajar dengan baik. Karena itu prinsip manajemen" the

               right  man  on  the  right  place"  menuntut  agar  proses  pembelajaran  dengan  memperhatikan


               perbedaan anak sesuai dengan tingkat usia, kemampuan, dan waktu dalam belajarnya sehingga

               pembelajaran  lebih  menyenangkan  (enjoy  learning).  Dengan  pembelajaran  yang


               menyenangkan, diharapkan dapat memberikan rangsangan untuk mengoptimalkan fungsi otak

               secara seimbang.

                   Kegiatan pembelajaran menjadi bermakna apabila dapat memberikan pengalaman belajar


               pada  siswa,  yaitu  serangkaian  kemampuan  penting  yang  bukan  sekedar  berguna  untuk



                                                                                                      200
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215