Page 4 - latihan flip aplikom
P. 4
Tabel 1. Rata-rata Penurunan berat telur, penurunan nilai HU, peningkatan pH telur, dan warna kuning
telur pada setiap perlakuan
Peubah P0 P1 P2 P3
Penurunan berat telur (%) 1,44 b 1,74 b 4,65 a
Nilai HU 95,20 a 55,38 b 41,00 c 37,01 c
pH telur 6,00 d 7,18 c 7,40 b 7,62 a
Skor warna kuning telur 6,74 a 6,70 a 6,62 a 6,06 b
Keterangan : P0 : penyimpanan telur 1 hari
P1 : penyimpanan telur 5 hari
P2 : penyimpanan telur 10 hari
P3 : penyimpanan telur 15 hari
Huruf superskrip yang berbeda pada baris yang sama menujukkan berpengaruh nyata
(P<0,05)
A. Pengaruh Perlakuan terhadap dan air dari dalam telur, sehingga penyusutan
Persentase Penurunan Berat Telur berat akan lebih cepat.
Selain itu telur yang digunakan dari fase
Rata-rata persentase penurunan berat produksi kedua memiliki tebal kerabang telur
telur selama penyimpanan 5, 10, dan 15 hari rata--rata 0,20 mm, yang relatif lebih
berkisar antara 1,44 dan 4,65% . Hasil tipis,telur ayam ras yang digunakan berasal
analisis ragam menunjukkan bahwa lama dari induk ayam fase produksi kedua, telur ini
penyimpanan telur berpengaruh nyata memiliki ukuran telur yang lebih besar dengan
(P<0,05)terhadap penurunan berat telur. luas permukaan telur yang besar dan tebal
Hasil uji jarak berganda Duncan kerabang yang relatif tipis. Tebal kerabang
menunjukkan bahwa penurunan berat telur telur yang normal untuk telur ayam ras
dengan penyimpanan selama 15 hari berbeda berkisar antara 0,35 dan 0,40 mm. Kondisi ini
nyata (P<0,05) dengan lama penyimpanan menyebabkan perbedaan pada penurunan berat
telur selama 5 dan 10 hari. Akan tetapi lama telur selain waktu pada lama penyimpanan 5
penyimpanan telur selama 5 dan 10 hari hari lebih singkat daripada lama penyimpanan
berbeda tidak nyata (P>0,05). telur selama 10 dan 15 hari, akibat adanya
Penyimpanan telur selama 15 hari perbedaan penurunan berat telur.
berbeda nyata (P<0,05) dengan penyimpanan Penurunan berat telur selama 5 dan 10
telur selama 5 dan 10 hari terhadap penurunan hari berbeda tidak nyata (P>0,05). Hal ini
berat telur. Adanya penurunan berat telur terjadi karena berat dari telur pada
selama penyimpanan dipengaruhi oleh suhu penyimpanan 5 hari adalah 60,26 g relatif
penyimpanan, kelembaban relatif, dan sama dibandingkan dengan penyimpanan 10
porositas kerabang telur. Pada saat penelitian hari yaitu 59,66 g sehingga penguapan CO 2
o
rata-rata suhu 29,61 ± 0,62 C, sedangkan rata- dan H 2 O dari pori--pori telur selama
rata kelembapannya 58,53 ± 4,3%. penyimpanan relatif sama serta didukung
Kisaran suhu tinggi tersebut dengan suhu dan kelembapan diruang
mengakibatkan penguapan CO 2 dan H 2 O lebih penyimpanan yang tinggi. Penurunan berat
cepat. Penyimpanan telur pada suhu ruang telur pada penyimpanan 5 hari sebesar 1,44%
yang memiliki kelembapan relatif rendah juga yang merupakan lama penyimpanan terbaik
mempercepat penurunan berat telur, karena dibandingkan dengan penyimpanan 10 dan 15
kelembapan yang rendah akan mempercepat hari.
penguapan CO 2 dan H 2 O sehingga penurunan
berat telur lebih cepat. Hal ini sesuai dengan
Stadelman dan Cotterill (1995), bahwa telur B. Pengaruh Perlakuan terhadap Nilai
yang disimpan pada suhu ruang dengan HaughUnit (HU)
kelembaban udara yang rendah akan
mengalami penyusutan berat lebih cepat Rata-rata nilai HU telur ayam ras yang
dibandingkan dengan telur yang disimpan disimpan selama 1, 5, 10, dan 15 hari berkisar
pada suhu ruang dengan kelembaban udara antara 95,20 dan 37,01. Hasil analisis ragam
yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh pengaruh menunjukkan bahwa penyimpanan selama 1,
kelembaban yang rendah selama penyimpanan 5, 10, dan 15 hari memberikan pengaruh nyata
akan mempercepat penguapan karbondioksida (P<0,05) terhadap rata-rata nilai HU.
83

