Page 182 - CERPEN 9A - Copy
P. 182
"Silahkan masuk", sambut mama dan papa dengan senyumnya yang ramah sambil
bersalaman satu per satu.
Zea pun menyusul menyambut di ruang tamu sembari mempersilahkan duduk.
Azer tampak berbeda dari hari sebelumnya, ia tampil lebih menawan dan sangat keren.
Lalu Azer mengenalkan satu per satu siapa saja yang datang mendampinginya.
Pertemuan hari itu diawali dengan saling memperkenalkan keluarga masing-masing.
Menyebutkan asal-usul daerah tanah kelahiran dan juga masih banyak yang
dibicarakan. Obrolan berlangsung santai. Sembari mencicipi makanan buatan Zea.
"Ini nak Zea yang masak?" Tanya mamanya Azer kepada Zea.
"Iya, Tante" jawab Zea sambil tersenyum manis.
"Pinter banget masaknya, oh iya.. jangan manggil Tante dong.. panggil mama aja kan
kita sudah jadi keluarga setelah kalian menikah" ucap mama Azer dengan
senyumannya.
"Hihi, iya ma" ucap Zea.
"Nah, panggil begitu aja ya sayang. Jangan malu malu" ucap mamanya Azer.
Zea pun mengangguk dan tersenyum.
Singkatnya, hari dan tanggal sudah disepakati. Seusai santap siang, keluarga
Azer pun berpamitan pulang sekaligus izin untuk malamnya langsung berangkat
pulang lagi ke kampung. Selanjutnya adalah persiapan pernikahan. Doa dan harapan
selalu dipanjatkan agar rencana berjalan lancar. Semakin mendekati hari H, sholat
sunnah istikhoroh pun semakin sering Azer dan Zea dilakukan.
Bagian 10: Happy Ending
Melaksanakan pernikahan itu merupakan impian bagi sebagian besar orang.
Apalagi jika kita menikah dengan orang yang sudah lama kita cintai. Tak terbayang
bagaimana bahagianya Zea menikah dengan Azer. Seseorang yang ia sukai sejak
mereka masih duduk di bangku SMP. Jodoh itu misteri, ibarat rezeki yang sering
182

