Page 178 - CERPEN 9A - Copy
P. 178

"Iya mah, Boleh nggak Ma? Pa?"

              "Asal dia juga   bisa akrab sama papa...baru boleh nikahin kamu" ucap papa kepadaku.

              "Iya, mama setuju. Mending kalian ta'arufan dulu " ucap mama.

              Aku tidak menyangka jawaban dari mama dan papa akan seperti ini. Aku kira mereka

              marah besar kepadaku.

              "Makasih ya... Ma, pa.. nanti aku akan beritahu ke Azer" ucapku.

              "Iya.. mama liat sejak dulu dia anaknya baik, ganteng dan anak yang penurut. Mama

              suka kalo punya menantu kayak Azer. " Ucap mama tersenyum.

              Aku  tersenyum  mendengar  ucapan  mama  yang  memuji  Azer.  Syukurlah,  aku  lega
              dengan jawaban dari mama.


              "Kalo  papa  ngga  tau  Azer  kayak  apa,  belum  pernah  ketemu  soalnya..."  Ucap  papa
              kepadaku.


              "Iya pa, mungkin kapan kapan bisa ketemu dan ngobrol bareng."
              "Memangnya, kamu sudah di kenalin ke orang tua nya?" Tanya papa.


              "Belum pah, dia belum pernah kenalin aku ke orang tuanya.." jawabku.
              "Coba nanti kamu tanya ke Azer aja, siapa tau Azer sudah cerita ke orangtuanya, kalo


              udah dikasih tau duluan kan bagus... biar nanti pas kalian ketemu gampang aja buat
              akrab,   itu juga kalo orangtuanya setuju" ucap Mama.


              " Iya ma, nanti aku tanyain Azer " ucap Zea.



              Bagian 8: Direstui
                      Di malam hari, aku bertanya kepada Azer di sebuah Chat, tentang yang aku dan


              orangtuaku bicarakan tadi pagi.
              Isi pesan chat Azer dan Zea:


              Zea: Aku boleh nanya engga?
              Azer: Iya boleh, mau nanya apa?


              Zea: Sebenarnya, kamu sudah ceritain aku ke orangtuamu atau belum?


                                                                                                           178
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183