Page 174 - CERPEN 9A - Copy
P. 174

" Menurut saya, kamu beda dari cewek lain. Yang selalu menepati janji, setia,

              dan tidak membuat seseorang berharap dengan janji palsu. Saya ngga pernah pacaran

              tapi  pernah  jadi  badut,  hanya  untuk  seseorang  yang  belum  pasti  akan  menjadi

              pendamping hidup saya. Itulah mengapa saat kamu menyatakan perasaanmu, saya jadi

              ragu  untuk  membalasnya.  Justru  saat  itu  Saya  malah  menyuruhmu  untuk  menjauh,

              dan lupain saya.

                      Maaf ya untuk yang waktu itu, karena saya ngga mau kalau kamu nanti sakit hati.

              Namun,  semenjak  kamu  muncul  di  kehidupan  saya,  saat  itulah  saya  menjadi  lebih

              bersemangat menjalani hari hari di sekolah. Saya selalu nyariin kamu diantara cewek
              cewek lain setelah selesai sholat dhuhur di musholla sekolah. Pas kamu berani confess


              ke saya, saya kaget dan bingung kenapa cewek spek bidadari mau sama saya yang ilmu
              agamanya  masih  kurang.  Tetapi,  entah  kenapa  saya  masih  belum  bisa  membalas


              perasaanmu karena luka di masa lalu. Anehnya kamu malah berkata akan nungguin
              saya sampai saya suka balik dan datang untuk melamarmu, Kamu juga sering bilang


              kalau kamu tidak ingin berpacaran, tetapi ingin ta'aruf saja.
                      Sejak saat itu saya yakin, kamu perempuan yang baik dan berbeda dari cewe


              yang sebelumnya saya temui. Namun, sayangnya Saya tidak memberi tahu bagaimana
              perasaan saya yang sebenarnya ke kamu, karena saat itu jujur saya masih bingung suka


              kamu  atau  engga.  Akhirnya,  Saya  selalu  bangun  di  sepertiga  malam  dan  meminta
              petunjuk dari Allah. Saya menunggu jawaban itu sangat lama, namun   dengan sabar


              saya menunggu, dan setelah Saya tahu jawabannya, saya mau langsung ngelamar kamu
              kalau kamu sudah siap,   kalau bisa setelah kamu lulus kuliah. "


              Aku heran dan terkejut karena ini baru pertama kalinya ia menjelaskan sepanjang ini
              kepadaku. Namun pesan itu membuat jantungku semakin berdebar-debar. Aku tidak


              bisa  berkata-kata,  aku  sangat  senang,  sekarang  aku  tahu  perasaannya  yang
              sebenarnya.






                                                                                                           174
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179