Page 172 - CERPEN 9A - Copy
P. 172
dirinya karena disuruh oleh seorang lelaki. Aku pun segera membuka paket tersebut
yang berukuran cukup kecil. Dan setelah kubuka, ternyata terdapat cincin platinum
yang indah. Kemudian, aku memotret cincin itu dan kukirim untuk kuberitahukan
kepada Inayah.
"Inayah, Sebenarnya cincin ini dari siapa?" Tanyaku di dalam chat.
"Nanti kau juga akan tahu sendiri, tunggu saja sebentar lagi dia pasti akan mengechat
mu." jawab Inayah.
Bagian 7: Dia kembali?
Tidak lama kemudian, muncul notif dari handphone ku. "Hah, ini nomor
siapa?" Tanyaku dengan bingung. Karena nomor ini tidak ku simpan dan aku tidak
mengenal ini nomor siapa. Aku pun membuka pesan dari seseorang yang tak ku kenal
itu.
" Assalamu'alaikum. " (Pesan yang ia kirim)
Aku pun membalas nya. " Wa'alaikumsalam, maaf ini siapa ya? "
" Maaf sebelumnya, Apa benar ini Zea Haura Sanaya? " Tanya orang itu kepadaku.
" Iya, benar. Saya Zea, Anda siapa ya? " Tanya ku sekali lagi.
" Saya Muhammad Azeryam Al-Azhar " jawabnya.
" Azer? " Membaca pesan itu membuatku terkejut dan tidak menyangka bahwa Azer
akhirnya menghubungiku setelah sekian lama.
" Iya, apa kamu masih ingat saya, Zea? " Tanya Azer kepadaku.
" Tentu. Apa kamu yang memberiku cincin platinum ini?" Tanyaku kepadanya.
" Iya. Itu dari saya, sudah sampai ya paketnya. Apa kamu suka? "
" Iya, ini cincin yang cantik " jawabku tersenyum sambil melihat cincin yang kupakai.
" Syukurlah kamu menyukai nya "
" Terimakasih. Tapi, kenapa kau memberi nya kepadaku? Bukan kah kamu sedang
menunggu seseorang yang saat ini lagi kuliah? Bagaimana kalau dia cemburu? "
172

