Page 167 - CERPEN 9A - Copy
P. 167

mengechat  Azer  untuk  membahas  tentang  perasaan  Zea  yang  sebenarnya  kepada

              Azer.

              " Oke karena dah lewat hari ulang saya, kamu suka saya atau tidak kalo iya karena apa?

              " Tanya Azer.

              "Aduh, gimana ya... Aku malu.. tapi oke akan ku katakan yang sejujurnya" kata Zea.

              "Jawabannya, iya udah lama sejak aku kelas 7 " jawab Zea.

              "  Shuut,  oke  cukup.  Terimakasih  jawabannya,  tapi  tolong  disimpan  dulu  ya

              perasaanmu nanti kalo udah waktunya baru "

              "  Maksud  kamu  kalo  udah  dewasa?  Kamu  bakal  ngelamar  aku?  "  Tanya  Inayah
              dengan bingung.


              " Inshallah, tapi ingat jangan berharap ke saya tapi berharap ke Allah " jawab Azer
                      Jawaban  dari  Azer  membuat  Zea  Salting  hingga  ia  berteriak  dan  memukul-


              mukul  ranjangnya.  Azer  pun  penasaran  lalu  menanyakan  bagaimana  ceritanya  Zea
              bisa  menyukainya.  Zea  pun  menceritakan  panjang  lebar  kepada  Azer.  Setelah  Zea


              menyatakan  perasaannya  Justru  mereka  menjadi  sangat  dekat, walaupun Azer  tidak
              pernah memberitahukan kepada Zea tentang perasaan sebenarnya yang ia miliki. Azer


              berkata  kepadanya  akan  menceritakan  tentang  Zea  kepada  orang  tuanya  saat  lulus
              SMK nanti. Azer hanya selalu berpesan kepada Zea agar bisa menunggunya hingga ia


              datang  melamarnya,  karena  ia  tidak  bisa  sepenuhnya  memberi  kepastian  bahwa
              mereka berdua akan bersama.


                      Sejak  Azer  masuk  SMK  dan  lulus  dari  sekolah  SMP-nya,  ia  jadi  jarang
              menghubungi Zea dan bertanya tentang kabar. Mungkin karena kesibukannya di SMK.


              Zea  hanya  khawatir  Azer  akan  menyukai  orang  lain  di  sekolah  SMK-nya,  dan
              melupakan Zea sepenuhnya. Namun, Zea menyadari bahwa ia bukan siapa siapa bagi


              Azer. Ia hanya teman dekat dan tidak lebih.
              Sejak  Zea  berada  di  jenjang  kelas  9,  ia  memutuskan  untuk  tidak  terlalu  berharap


              bahwa jodohnya adalah Azer. Ia berjanji akan benar-benar serius untuk mengejar Cita-


                                                                                                           167
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172