Page 162 - CERPEN 9A - Copy
P. 162
" kenapa kamu tadi ngomongnya kencang banget? sampai didengar sama Irham"
Tanya ku dengan nada kesal.
" Ya maap, habisnya aku kesenengan sih buat nyuruh kamu megang... Soalnya itu
bekas tangannya Azer tadi habis main " ucap Inayah merasa bersalah.
" Tapi dia udah tau, nanti kesebar gimana? " Tanyaku kembali.
" Engga kok.. tenang aja. " jawab Inayah sambil mengelus punggungku.
Keesokan harinya.
" Yahaha, Kak Azer disuka sama Zea " ucap Irham mengejekku.
" Heh... Diam kau, orang Zea ga suka Azer kok... " ucap Inayah memarahi Irham.
" Hilih, bote... " Ucapnya tidak percaya. Inayah pun merasa kesal dan mengejar Irham,
namun Irham berusaha menghindar agar tidak tertangkap olehnya.
" Apa? Inayah suka Azer? " Ucap salah satu teman laki-laki dikelas kami yang baru saja
masuk kelas.
" IH, ENGGAK! " jawab Inayah dengan kesal.
Aku pun memegang tangan Inayah dan mengajaknya untuk pergi meninggalkan
mereka daripada ribut seperti ini. Aku tidak akan menyangka akan terjadi
kesalahpahaman seperti ini hanya karena diketahui oleh satu orang. Tapi aku tidak
peduli jika semua orang tahu tentang siapa orang kusukai, aku hanya peduli dengan
sahabatku yang selalu melindungiku dan berusaha untuk selalu melakukan yang
terbaik demi aku.
Bagian 4 : Kedekatan Azer Dan Zea
Inayah memberikan nomor Azer kepada Zea, dan menyuruhnya untuk
mengechat Azer. Tetapi, itu tidak bisa Zea lakukan karena ia malu untuk
melakukannya. Jadi Ia hanya menyimpan nomornya, dan akan mengechat Azer jika
perlu saja. Disisi lain, Inayah tidak pernah berhenti untuk membantu mendekatkan
mereka berdua. Jadi ia selalu mengechat Azer dan bertanya tentang Zea dan selalu
162

