Page 165 - CERPEN 9A - Copy
P. 165

"Zea!  ada  cokelat  dari  seseorang...Eh,  tolong  kasihkan  dulu  ke  Zea."  Ucap

              Abian  yang  sedang  duduk  di  depan  pintu  kelas.  Zea  pun  terkejut,  dan  berpikir

              siapakah yang memberinya cokelat.   Saat ditanya siapa orang yang memberi cokelat

              itu,  Abian  hanya  menjawab  bahwa  itu  dari  seseorang  dan  ia  tidak  bisa

              memberitahukannya kepada Zea. Namun, Zea dan Inayah berpikir ini pasti dari Azer.

              Tetapi, disisi lain Zea masih tidak yakin ini pemberian Azer.

              Keesokan harinya.

                      Setelah selesai sholat dhuhur, tiba-tiba Zea menemukan cokelat lagi di dalam

              laci meja miliknya. "Hah?! Kok ada cokelat lagi?" Ucapnya dengan heran.
              Inayah yakin bahwa cokelat itu pasti dari Azer, mustahil jika cokelat itu dari orang lain,


              karena Inayah tau bahwa Zea sangat sulit bergaul dengan cowok cowok di sekolah.
              Dan  saat  ini  cowok  yang  dekat  dengan  Zea  hanyalah  Azer.  Zea  menjadi  sangat


              penasaran dengan orang yang memberinya cokelat. sungguh misterius sekali orang itu.
              Esok nya, Zea mendapati cokelat lagi di dalam laci mejanya. Lama-lama Zea menjadi


              sangat kesal dengan orang yang selalu memberinya cokelat. Karena Zea sendiri tidak
              tahu siapa yang memberinya cokelat tersebut.


                      Saat  jam  pulang  sekolah,  Inayah  melihat  Azer  keluar  dari  kelasnya.  Ia  pun
              menanyakan tentang siapa yang selalu memberi Zea cokelat. Azer mengatakan kepada


              Inayah, bahwa  ia tidak  tahu  siapa yang  memberi cokelat itu,  namun  ia tahu  bahwa
              orang itu memiliki tinggi badan yang cukup tinggi. Inayah pun berubah pikiran dan


              menjadi sangat yakin bahwa cokelat itu bukan pemberian dari Azer.
              Keesokan harinya, tetap sama. Zea mendapat cokelat itu lagi di laci-nya. Zea sudah


              sangat  kesal,  dan  tidak  mau  menerima  cokelat  itu  lagi  dari  seseorang  yang  ia  tidak
              kenal. Akhirnya, ia memberikan cokelat itu kepada temannya.









                                                                                                           165
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170