Page 160 - CERPEN 9A - Copy
P. 160
"Ha? Kenapa ze? kamu mau pake pisaunya kah? "
Aku pun berbisik kepada Inayah bahwa Azer sedang menunggunya dari tadi.
"Hah? Apaan? Engga kedengaran.. kamu ngomong apa sih... "
Aku pun kesal dengan Inayah, kemudian aku membalikkan badan Inayah
kearah Azer. Inayah pun terkejut, melihat Azer yang sedang berdiri. "Eh astaghfirullah
setan" ucap Inayah terkejut. Aku pun tersenyum menahan tawa. Habisnya Inayah
tidak sadar bahwa Azer menunggunya dari tadi dibelakangnya. Azer pun
menyodorkan tempat yang ia bawa kepada Inayah. Inayah pun mengambil
seperempat kue lalu menaruhnya di tempat yang Azer bawa.
"Eh, engga kebanyakan kah itu? Dikit aja gausah banyak banyak" ucap Azer.
"Engga papa, kalo dikasih itu berterimakasih" jawab Inayah.
"Makasih ya" ucap Azer kepada Inayah.
"Jangan bilang ke aku, bilang makasih ke Zea. Kan itu kuenya" ucap Inayah
sambil melihat ke arahku. Aku pun bingung dan tidak berkata apa-apa.
Azer pun terdiam sejenak sambil melihat kearahku.
"Em.. makasih banyak ya kuenya" ucap Azer kepadaku. Aku pun mengangguk
sambil tersenyum dengan hati yang berdebar debar. Setelah itu, Azer pun pergi
kembali ke kelasnya. Aku sempat terdiam saat Azer sudah pergi dari kelas kami, aku
masih berpikir apakah itu benar benar Azer yang mengucapkannya langsung
dihadapanku atau justru aku hanya mimpi. Aku pun memegang tangan Inayah dan
berkata
"Inayah, tadi itu apa? Mimpi ga sih..kenapa kamu lakuin itu.. itu kan kue nya
dari kamu"
"Kan sekarang kue itu jadi punyamu, jadi.. dia harus berterima kasih sama
kamu.."
160

