Page 159 - CERPEN 9A - Copy
P. 159

sekaligus. Inayah bilang, dia akan menyuruh Azer datang ke kelas kami untuk diberi

              kue ini juga.

                      "Inayah, kamu beneran mau nyuruh dia datang? " Tanyaku sambil memegangi

              tangan Inayah.

              "Ya  iyalah,  masa  aku  bohongan.  Udahlah,  kamu  tenang  aja.  Dia  engga  bakal  gigit

              kamu kok" jawab Inayah.

                      Saat jam istirahat, Inayah pun menghampiri kelas Azer. Sedangkan, aku dikelas

              hanya diam, deg—degan dan memikirkan apa yang harus aku lakukan nanti. Beberapa

              menit  kemudian,  Inayah  datang,  dan  Azer  berada  di  belakangnya.  Tepat  di  dekat
              pintu kelas kami, Azer bertanya kepada Inayah.


              "Siapa yang ulang tahun?" Tanya Azer.
                      "Itu  kak,  orangnya  disana  sudah  nungguin  dari  tadi"  jawab  Inayah  sambil


              menunjuk ke arahku dari kejauhan.
                      Aku  pun  menyadari  bahwa  Inayah  menunjuk  ke  arahku.  Aku  terkejut,  dan


              langsung memalingkan wajahku. Aku sempat melihat Azer melihat kearahku, namun
              aku  langsung  bersembunyi  di  balik  bangku  milikku.  Kemudian,  Inayah


              menghampiriku dan bertanya kepadaku.
              "Kamu ngapain sembunyi disitu woy" tanya Inayah sambil tertawa.


              "Lagian kamu kenapa nunjuk aku sih, ngga tau apa jantungku langsung dag dig dug? "
              Ucapku.


              "Berdiri sudah Zea, potong itu kue nya" ucapnya.
                      Aku pun berdiri, dan memotong kue itu. Sedangkan, Inayah memanggil Azer


              yang  sedang  berbicara  dengan  teman  di  kelas  kami  agar  membawa  tempat  untuk
              menaruh kue-nya. Beberapa menit kemudian, Azer  datang dan berdiri di  belakang


              Inayah.  Saat itu  Inayah sedang memotong kue,  jadi  ia  tidak  menyadari keberadaan
              Azer. Aku melihat Azer yang dari tadi menunggu Inayah, aku pun menepuk pelan


              lengan Inayah yang sedang memotong kue.


                                                                                                           159
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164