Page 156 - CERPEN 9A - Copy
P. 156

Takdir Cinta



                      Namaku Zea Haura Sanaya, aku biasa di panggil Zea. Aku Anak kedua dari tiga

              bersaudara. Dulu aku adalah seorang siswi SMP yang sangat pendiam dan pemalu.

              Ketika teman-temanku pergi ke kantin, aku hanya duduk di kelas dan membaca buku.

              Di kelas 8 aku menemukan sahabat yang selalu ada di kala aku sedih maupun senang,

              Inayah—ialah  sahabat  terbaikku  yang  sangat  aku  cintai.  Saat  di  bangku  SMP  Aku

              menyukai  seseorang,  dan  Inayah  membantuku  untuk  dekat  dengannya,  beberapa

              bulan kemudian akhirnya kita bisa menjadi sangat dekat, namun setelah itu kita tidak

              pernah  berkomunikasi  lagi  karena  kesibukan  masing-masing.  Hingga  5  tahun

              kemudian, kami dipertemukan kembali.



              Bagian 1 :   Awal Bertemu Dengannya

                      Orang bilang, Masa SMP adalah masa-masa yang paling indah. Mungkin apa

              yang  mereka  katakan  itu  benar.  Masa  SMP  itu  dimana  kita  mendapatkan  banyak

              teman, sahabat yang baik, dan mungkin pertama kalinya seseorang merasakan jatuh

              cinta di masa remaja, begitu juga denganku. Di kelas 7, Aku menyukai salah seorang

              kakak kelas. Semua itu  di mulai saat aku datang terlambat ke sekolah. Aku berlari

              secepat  mungkin  dari  gerbang  sekolah  menuju  kelasku.  Saat  itu  semua  siswa-siswi

              sudah berkumpul di lapangan untuk kegiatan Tadarus.

                      Aku  pun  mengambil  Al-Qur'anku  dari  dalam  tas  kemudian  berlari  menuju

              lapangan. Aku telat 3 menit, tadarus sudah di mulai dan aku duduk paling belakang.

              Saat itu, aku mendengar pemandu tadarus sedang membaca Al-Qur'an. Namun ada

              salah  satu  orang  yang  membuat  aku  kagum  dengan  bacaan  Al-Qur'annya,  dan  juga

              suaranya yang begitu merdu membuat hatiku tertuju kepadanya. Aku pun penasaran

              siapakah  orang  yang  memiliki  suara  merdu  itu.  Namun,  sayangnya  aku  tidak  bisa

              melihatnya karena aku berada jauh di belakang.


                                                                                                           156
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161