Page 157 - CERPEN 9A - Copy
P. 157
Suatu waktu, saat aku sedang duduk bersama teman-temanku untuk menunggu
tadarus di mulai, tiba-tiba guru agama memanggil namaku.
"Ananda Zea Haura, di persilahkan untuk memandu tadarus di depan... Sekali lagi
untuk Zea Haura.."
Tiba-tiba semua pandangan tertuju kepadaku. Aku terkejut, dan jantungku
berdebar-debar yang menandakan bahwa aku sangat gugup, namun teman temanku
menyemangati aku.
"ZEAA!, SEMANGAT!!"
"ZEAA KEREN BANGET, SEMANGAT ZEA! "
Aku tersenyum, dan menjadi lebih percaya diri berkat dukungan mereka. Aku
pun berdiri dan berjalan menuju tempat pemandu tadarus yang ada di depan. Saat
berjalan, aku rasa tidak ada yang aneh, tapi entah kenapa banyak yang
memerhatikanku saat aku berjalan. Aku pun menundukkan pandanganku ke bawah.
Saat aku sudah duduk, guru pun menyuruh seorang laki-laki yang memandu tadarus
pada saat itu untuk memulainya. " Silahkan, Ananda Azer... boleh dimulai tadarusnya
"
Awalnya, aku merasa tidak ada yang aneh. Namun, saat dia memulai tadarus,
disitulah aku terkejut. Aku menyadari bahwa Azer adalah orang yang memiliki suara
merdu itu. Sejak saat itu, aku tahu bahwa namanya adalah Azer.
Saat aku kelas 8, aku berpisah dengan teman-temanku, aku sedih karena harus
berpisah dengan teman baik seperti mereka. Saat jam istirahat, kami berkumpul di
gazebo untuk bercerita, dan bercanda, sambil memakan Snack. Tiba-tiba saja Azer
datang, dan ikut bercerita. Aku gugup, dan jantungku berdebar-debar karena ia tepat
berada di sampingku. Aku hanya bisa diam saja mendengar mereka berbicara. Namun,
Azer tiba-tiba bertanya kepadaku.
157

