Page 158 - CERPEN 9A - Copy
P. 158

"Nama  mu  siapa?"  Tanya  Azer  kepadaku  sambil  memerhatikan  wajahku.

              Jantungku  berdebar-debar  sangat  cepat,  aku  terdiam  sejenak,  namun  ingin

              menjawabnya tetapi aku malu. Akhirnya temanku yang membantuku menjawabnya.

              "Namanya Zea" ucap temanku.

                      Aku pun lega, namun jantungku masih terus berdebar-debar. Bel masuk kelas

              pun berbunyi, kami kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran.



              Bagian 2 : Sahabatku Inayah

                      Ada  dimana  moment  aku  dengan  Inayah  menjadi  dekat,  dan  kita  menjadi
              sahabat.  Saat  itu,  guru  menyuruh  agar  setiap  siswa  mengerjakan  tugas  dengan  cara


              berkelompok, yaitu 1 kelompok masing-masing 2 orang. Namun, saat itu aku belum
              memiliki teman untuk kuajak berkelompok. Tiba-tiba seorang gadis bertubuh pendek


              dengan senyuman manisnya menghampiriku dan mengajakku untuk berkelompok.
              "Kamu mau sekelompok sama aku ?" Tanya Inayah. Aku pun mengangguk, kemudian


              Inayah menggeser kursinya untuk duduk di dekatku.
                      Seiring berjalannya waktu, aku dengan Inayah menjadi dekat. Setiap ada tugas


              berkelompok,  kita  selalu  mengerjakannya  bersama.  Hingga  pada  suatu  hari,  kami
              memutuskan  untuk  menjadi  sahabat.  Kami  saling  bertukar  cerita,  saling  menjaga


              rahasia,   dan membantu satu sama lain. Bagiku, Inayah adalah sahabat terbaikku. Ia
              selalu menjaga dan selalu ada di sisiku setiap aku membutuhkan bantuannya.


                      Suatu  hari,  Inayah  bertanya  kepadaku  siapa  orang  yang  aku  sukai.  Aku
              menyuruhnya untuk menebaknya, namun dengan cepat Inayah menjawab bahwa aku


              menyukai Azer. Aku sempat terkejut mengapa secepat itu ia mengetahui. Padahal, aku
              hanya memberitahu tentang kelasnya. Aku hanya berpesan kepada Inayah untuk tidak


              memberitahukan hal ini kepada yang lain, dan Inayah menyetujui nya.
                      Di hari ulang tahunku, tepatnya saat sekolah Inayah membawakanku kue untuk


              dimakan  di  jam  istirahat  nanti.  Aku  tidak  menyangka  dia  akan  membawa  dua  kue


                                                                                                           158
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163