Page 163 - CERPEN 9A - Copy
P. 163

saja membahas hal yang berkaitan dengan Zea. Azer tampaknya merasa tidak nyaman

              jika Inayah terus saja menanyakan hal itu kepadanya, karena mereka saja tidak dekat.

                      Kedekatan  Azer  dan  juga  Zea  di  mulai  pada  saat  Zea  mengundang  Azer

              kerumahnya untuk makan bersama setelah 3 hari ulang tahun Zea berlalu. Saat itu,

              Zea dan Inayah menunggu Azer datang kerumah Zea. Namun, ia tak kunjung datang.

              Beberapa menit kemudian, Azer menelpon Inayah.

              Azer: " Assalamu'alaikum, eh dimana rumahnya? "

              Inayah: " Wa'alaikumsalam, kamu dimana? "

              Azer:  "  Aku  udah  sampai,  cuman  yang  mana  rumahnya?  Coba  kamu  keluar  dulu,
              matikan telponnya "


                      Zea dan Inayah pun keluar, dan mencari Azer. Dengan cepat, Zea menyadari
              bahwa Azer bersembunyi di balik tembok rumah tetangganya. Zea pun tertawa disusul


              dengan Inayah yang ikutan tertawa. Kemudian, Azer menghampiri Zea dan Inayah.
              " Kamu ngapain sembunyi disitu... Aneh aneh aja " ucap Inayah.


              " Aku bingung, aku nyari rumah yang banyak motornya " jawabnya.
                      Zea dan Inayah tertawa mendengar jawaban dari Azer. Tanpa berlama-lama lagi,


              mereka pun masuk ke rumah Zea. Didalam, Zea dan Azer hanya diam diam saja.
              Tidak ada yang memulai obrolan. Inayah pun memulai obrolan agar rumah itu tidak


              sepi  dan  hening.  Saat  itu,  Zea  duduk  tepat  disamping  Azer  dan  juga  jarak  mereka
              sangat  dekat.  Azer  selalu  melihat  ke  kantong  celananya,  sepertinya  ia  membawa


              sesuatu namun tidak berani ia keluarkan.
                      Inayah melihat  itu, dan berpikir bahwa Azer pasti ingin memberikan sesuatu


              kepada Zea tetapi ia tidak berani memberikannya. Beberapa menit kemudian, Azer
              akhirnya mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan benar saja, itu untuk Zea.


              " Emm, Zea maaf ya cuman bisa ngasih ini. " Ucap Azer sambil menyodorkan sebuah
              cokelat kepada Zea.






                                                                                                           163
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168