Page 166 - CERPEN 9A - Copy
P. 166
2 Bulan Kemudian.
Azer tiba-tiba membahas soal cokelat yang membuat Zea kesal. Zea pun
penasaran, dan bertanya kepada Azer sebenarnya siapakah orang yang memberinya
cokelat setiap hari disekolah. Azer pun menjawabnya
" Sebenarnya itu dari saya, Zea. "
Saat membaca pesan itu, Zea tidak menyangka bahwa dugaannya selama ini
benar. Tetapi, Zea masih kesal mengapa Azer tidak mengakuinya sejak awal bahwa itu
memang pemberian darinya. Ketika Zea bertanya alasan mengapa Azer memberinya
cokelat, Azer hanya menjawab tidak apa-apa. Awalnya Zea curiga, namun dengan
begitu saja sudah cukup membuatnya lega karena akhirnya Zea tahu bahwa cokelat itu
dari orang yang ia sukai. Tidak berhenti sampai situ saja, Azer pun bertanya kepada
Zea.
" Oh iya Ze, kata Inayah kamu salting pas kamu tahu kalo cokelat itu dari saya.
Katanya Inayah kamu suka saya. Apa benar yang dibilang Inayah? "
Zea terkejut saat membaca pesan dari Azer. Padahal ia sudah sangat mempercayai
bahwa Inayah tidak akan memberitahukan perasaan Zea kepada Azer. Namun, mau
tidak mau Zea harus menjawab pertanyaan Azer.
"Akan ku beritahu hal ini nanti saat kamu ulang tahun. Kamu ulang tahun bulan depan
kan? "
"Iya, yaudah saya tunggu jawaban mu"
Akhirnya obrolan mereka pun selesai sampai disitu saja. Tetapi, Zea masih
tidak tahu harus melakukan apa selain jujur tentang perasaannya. Ia hanya takut,
ketika ia menyatakan perasaannya kepada Azer yang terjadi selanjutnya adalah mereka
berdua akan berakhir menjadi asing.
***
Akhirnya, yang ditunggu-tunggu telah tiba. Zea sudah mempersiapkan diri untuk
menyatakan perasaannya kepada Azer. 3 hari setelah ulang tahun Azer, Zea pun
166

