Page 168 - CERPEN 9A - Copy
P. 168
citanya karena baginya jodoh itu hanya Allah yang tahu, dan manusia hanya tinggal
berusaha dan berikhtiar.
Bagian 5: Kehidupan Di Perkuliahan
Tak semua orang memiliki masa SMA yang indah. Namun setiap orang akan
menemukan pengalaman yang berharga. Kini, Aku telah menginjak umur 19 tahun.
Tidak terasa, tahun berlalu begitu cepat. Jadwal kuliah memang lebih fleksibel
dibandingkan SMA. Namun, dari segi tugas, bisa dibilang dibandingkan sewaktu SMA,
tugas dari dosen akan lebih banyak dan menghantui pikiran mahasiswa kalau tidak
segera dikerjakan. Kehidupan kuliah lebih santai, tetapi tanggung jawab belajar tetap
harus dijalankan. Saat ini sedang libur semester, aku bosan dan tidak tahu harus
melakukan apa. Yang aku hanya inginkan adalah menunggu orangtuaku datang
menemuiku di kontrakan, dan mengajakku jalan-jalan karena menurutku apapun yang
dilakukan akan terasa menyenangkan jika bersama keluarga tercinta.
Sudah lama sekali, aku tidak pernah bertemu dengan sahabatku. Terakhir kali,
saat kita masih kelas 3 SMA. Kita sudah lama tidak berkomunikasi lagi, dan juga
menanyakan kabar karena kita sibuk dengan urusan masing-masing. Terakhir kita
Chatan dua tahun yang lalu. Suatu hari, aku sedang melukis di kamarku. Tiba-tiba
terdengar suara panggilan telepon masuk dari handphone ku. Ternyata itu Inayah—
sahabatku yang menelponku. Aku pun segera mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum, Zea. Bagaimana kabarmu?"
"Wa'alaikumsalam, Inayah. Alhamdulillah ana bikhoir. Aku senang akhirnya kamu
menghubungiku lagi"
"Hehe, iya aku juga kangen dulu kita Chatan sampai tengah malem. Eh, Btw betah
ngga disana?"
"Alhamdulillah betah.Kontrakan punya ortu sendiri masa ga betah... lagian aku udah
lama tinggal disini. "
168

