Page 161 - CERPEN 9A - Copy
P. 161

Aku  pun  memeluk  Inayah  sambil  tersenyum.  "Ih..  pasti  salting  yaaa?"  Tanya

              Inayah kepadaku. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Aku beruntung sekali

              memiliki sahabat yang baik dan peka seperti Inayah.



              Bagian 3: Kacau

                      Saat itu sedang jam istirahat, namun hari ini ada jam pelajaran olahraga.   Aku

              melihat  Inayah  mengambil  lompat  tali  miliknya  lalu  ia  mengajakku  untuk  bermain

              lompat tali. Namun, aku menolaknya karena aku tidak bisa bermain lompat tali.

                       Kemudian, Inayah membawa lompat tali itu dan bermain di depan kelas kami.
              Aku hanya memerhatikannya sedang bermain lompat tali, ternyata se-asyik itu Inayah


              bermain  lompat  tali.  Aku  pun  kembali  ke  bangku-ku  dan  duduk  disana  sambil
              membaca buku. Beberapa menit kemudian, aku ingin melihat Inayah lagi. Aku pun


              berjalan  menuju  pintu  kelas  kami.  Tiba-tiba  dengan  girang  Inayah  muncul  di
              hadapanku lalu menyuruhku untuk memegang lompat tali miliknya.


              "ZEA!  ZEA!    PEGANG  INI  CEPAT..."  Ucap  Inayah  dengan  wajah  yang  terlihat
              senang.


                      Dengan heran, aku pun memegang lompat tali itu dan bertanya kepadanya.
              "Kamu kenapa?"


              "ITU BEKAS TANGANNYA AZER LEH, DIA HABIS MAIN" jawab Inayah.
                      Aku  pun  terkejut  dengan  ucapannya,  lalu  kuberikan  kembali  lompat  tali  itu


              kepadanya.
              "Ihh,  Zea  suka  kak  Azer  ya"  ucap  Irham  yang  berada  di  sampingku.  Aku  hanya


              menggeleng lalu kembali ke bangku dengan perasaan yang aku sendiri tidak ketahui.
              Ada rasa bahagia, namun aku juga tidak senang karena ada yang mengetahui bahwa


              aku menyukai Azer.
                      Aku pun menutupi wajahku dengan buku. Lalu Inayah datang menghampiriku.


                "Kamu kenapa Zea?" Tanya Inayah kepadaku.


                                                                                                           161
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166