Page 175 - CERPEN 9A - Copy
P. 175
" Aku memberi mu cincin itu, karena aku ingin kau menungguku sampai aku
mempunyai uang yang cukup agar bisa melamarmu nanti. Apa kamu bisa
menungguku? "
" Yes, I will wait for you, Azer. Tapi kamu juga bisa nunggu aku sampai lulus kuliah
kan? "
" Tentu. Mari sama sama untuk saling menunggu "
" Terimakasih sudah menepati janjimu, Azer. Akhirnya, kamu memberiku kepastian. "
" Terimakasih juga sudah menungguku Zea, walaupun aku tidak pernah menghubungi
mu selama 4 tahun ini "
" Sama sama, sudah seharusnya seseorang menepati janjinya "
***
Pagi hari nya.
Aku bangun dengan suasana hati yang berbeda. Kulihat tanganku yang
memakai cincin indah pemberian dari Azer. Aku beranjak dari ranjangku, dan
menjalani hari ini dengan sangat ceria dan bersemangat. " Mengapa aku sangat
bersemangat ya hari ini? Mungkin karena apa yang terjadi kemarin. Bukan kejadian si
tukang paket menjengkelkan itu yaa. Aku malas mengingat nya. " gumamku sambil
menyapu halaman depan kontrakan.
"Waduh, Neng Zea. Kok kayaknya semangat betul ya nyapu-nya?" Ucap bu Lilis
pemilik warung di depan kontrakanku.
"Hehe, iya Bu... Engga tau kenapa" ucapku.
"Wah, itu cincin nya baru ya neng? cantik betul..Mau nikah ya? Dari siapa neng?"
Tanya Bu Lilis kepadaku.
"Dari seseorang Bu.. hehe" jawabku dengan malu.
"Dari cowoknya neng Zea ya??" Tanya nya sambil tersenyum kepadaku.
Aku pun terdiam, karena tidak tahu ingin menjawab seperti apa.
"Tuh kan engga bisa jawab si Neng..berarti bener kan itu dari cowok nya neng Zea??"
175

