Page 180 - CERPEN 9A - Copy
P. 180
Zea: Alhamdulillah, aku ngga mimpi.
Azer: Haha. Kamu sudah cerita ke orang tua mu belom? Apa kata mereka?
Zea: Sudahh, mereka setuju banget.. tapi kata papa kalo mau ambil aku harus akrab
dulu sama papa
Azer: Duh.. begitu yah?
Zea: Iyaa, tenang aja.. orang tuaku baik kok.. malah asyik, kalian pasti bisa akrab
dengan cepat.
Azer: Doain aja ya Zea.. biar aku bisa ngejagain kamu seumur hidup.
Zea: Iyaa pastii aku do'ain, semangat yaa jangan nyerah.
Azer: Thank you Zea.
Bagian 9: Lamaran
3 tahun kemudian...
Zea telah lulus kuliah menyelesaikan pendidikan S1 dan mendapat gelar
impiannya. usaha tidak akan mengkhianati hasil. Siapa saja yang memiliki keyakinan,
melakukan, totalitas, dan konsisten akan memperoleh hasil berupa keberhasilan dan
kesuksesan.
Setelah lulus kuliah, keluarga Azer dan Zea pun bertemu untuk membahas soal
lamaran. Keluarga Zea pun menyambut kedatangan keluarga Azer dengan hangat.
Adik Zea saat itu yang bernama Rania tampaknya sangat suka menggoda adiknya Azer
yang berusia lebih tua 2 tahun darinya. Adiknya Azer yang bernama Azzam, saat itu
hanya menanggapi Rania dengan wajah sinisnya. Hingga Zea pun tersadar dan
menegur Rania dengan menyenggol sikutnya. Azzam yang melihat Rania di tegur oleh
kakaknya sempat menahan tawanya, Karena keluarga mereka sedang serius
membicarakan tentang lamaran dan pernikahan anak tengah mereka.
"Jadi, kapan lamarannya akan di selenggarakan? " Tanya bapaknya Azer.
" Akhir November aja gimana? Lebih cepat lebih baik " ucap Papanya Zea.
180

