Page 181 - CERPEN 9A - Copy
P. 181

" Boleh itu, gimana Azer? Zea? Kalian setuju kan?" Tanya bapaknya Azer.

              Zea pun mengangguk, sedangkan Azer berkata setuju. Seusai membahas soal lamaran,

              mamanya Azer pun duduk  disamping Zea dan bertanya tanya  tentang sesuatu yang

              mungkin Azer sendiri belum cerita. Begitu juga dengan Azer, Papanya Zea mengajak

              Azer  ke  perkebunan  milik  papa  Zea  sambil  bercanda  bersama  Azer,  dan  bertanya

              banyak hal tentang bagaimana perjalanan cinta mereka. Disisi lain, Rania dan Azzam

              membantu Mamanya Zea di dapur. Sesudah makanan siap, mereka pun berkumpul

              dan duduk kembali untuk makan bersama. Setelah selesai makan, keluarga Azer pun

              pamit pulang untuk istirahat.
                      Malam harinya, saat di ruang tamu.   Papa berkata kepada Zea dan juga mama


              "Azer  itu  tipe  orang yang  asyik  diajak  bercanda  ya,  tapi  pas  diajak  serius  juga  bisa.
              Terus anaknya mudah banget akrab sama orang-orang. Tadi papa habis nanya nanya


              tentang kamu ke Azer. Ternyata dia tahu banyak hal tentang kamu, baguslah. "   Zea
              tampak bahagia mendengar ucapan dari papanya. Dan ia pun berkata "Iya dong pah,


              kan aku sama Azer udah deket dari SMP" ucap Zea. "Iya bagus lah kalo gitu." Ucap
              papa Zea.


              Hari lamaran.
              Hari itu  pun tiba.  Azer  bersama  keluarganya  datang kerumah Zea.  Jantungnya Zea


              berdebar saat handphonenya berdering muncul notifikasi chat dari Sang calon suami.
              Isi pesan Chat dari Azer adalah


              "Zea, bentar lagi kami sampai"
                      Bergegas  Zea  mengganti  pakaian  yang  cantik  dan  elegan  untuk  pertemuan


              kedua keluarga mereka. Ia hanya memakai sedikit bedak dan lipstik agar tidak terlihat
              pucat.  Mereka  pun  sampai  di  depan  rumah  Zea.  Mereka  turun  satu  persatu  dan


              Setiap orang memegang bawaan yang berbeda. Keluarga Zea menyambut kedatangan
              keluarga Azer. Papa, mama, saudara dan juga keponakannya Zea ikut menunggu di


              depan pintu.


                                                                                                           181
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186