Page 358 - Gabungan
P. 358
penumpang termasuk lima awak pesawat semuanya tewas."
"Apakah lampu landasan tidak menyala?" tanya Bai Wenxiong.
"Lampu sudah menyala, tapi entah mengapa masih terjadi
kecelakaan. Lima tahun lalu, ada bencana besar, juga terjadi pada
penerbangan pertama pagi hari, juga dalam cuaca berkabut," kata
Hasan Widodo.
Pasangan Bai Wenxiong mengikuti Hasan Widodo masuk ke
sebuah aula. Di sana, banyak jenazah dikumpulkan, menunggu untuk
dikirim ke rumah sakit. Pasangan Bai Wenxiong mencari jenazah.
Jenazah Hendra Tang dan Nyiati sudah hancur dan sulit dikenali,
tetapi masih bisa terlihat samar-samar. Lagipula, mereka membawa
dokumen identitas.
Kartini melihat Nyonya Maya dan putranya, Tang Xiaoshu, di
antara kerumunan orang. Kartini gemetar menarik lengan suaminya.
Pasangan Bai Wenxiong mendekati Nyonya Maya. Kartini tidak tahu
harus berkata apa. Ia memegang tangan Nyonya Maya dan berkata:
"Kamu juga datang!"
"Tuan Hasan yang menelepon dan memberi tahu saya," jawab
Nyonya Maya dengan suara lembut.
Bai Wenxiong memandang Tang Xiaoshu, yang wajahnya mirip
ayahnya dan sudah setinggi bahu ibunya.
Bai Wenxiong mengelus kepala Tang Xiaoshu dan bertanya:
358

