Page 355 - Gabungan
P. 355

Bab 10 Mengakui Anak






                Matahari pagi yang kemerahan telah naik cukup tinggi, sinarnya


            yang hangat menyinari kepala tempat tidur. Bai Wenxiong dan Kartini


            semalam kembali merasakan "malam pengantin baru", hingga tertidur


            lewat tengah malam. Kini, mereka masih terlelap, untungnya hari ini


            hari Minggu.


                Suara  dering  telepon  membangunkan  Kartini.  Ia  melihat  jam


            tangannya, sudah lewat pukul delapan. Ia mengambil gagang telepon


            di samping tempat tidur dan berkata:


                "Halo! Selamat pagi!"


                "Apakah ini keponakanku Kartini?"


                "Ya, Paman Hasan!"

                "Apakah Wenxiong sudah berangkat pagi ini?" Suara pensiunan


            Kolonel Hasan Widodo terdengar sangat tegang.


                "Belum!"


                "Syukurlah! Pesawat yang berangkat dari Kota Naga pukul tujuh


            tadi menuju Kota Pelabuhan jatuh saat mendarat!"


                "Apa?        Tunggu         sebentar."         Kartini       terkejut,      ia     segera


            membangunkan suaminya,


                "Wenxiong, pesawat ke Kota Pelabuhan jatuh!"


                Bai Wenxiong langsung tersentak. Ia buru-buru mengambil telepon

                                                           355
   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360