Page 356 - Gabungan
P. 356

dan berkata:


                "Halo, Paman Hasan! Ini Wenxiong."


                "Wenxiong,  pesawat  dari  Kota  Naga  tadi  jatuh  saat  mendarat,


            sekarang sedang dilakukan evakuasi..."


                "Paman Hasan! Hendra Tang dan Nyiati ada di pesawat itu."


                "Nyiati juga ikut?"


                "Aku yang menyuruhnya pergi.  Baiklah, aku akan naik  pesawat


            berikutnya.  Yang  berangkat  pukul  setengah  sepuluh  pagi.  Ya.


            Selamat pagi!"


                Bai Wenxiong meletakkan telepon, memandangi istrinya dengan


            tatapan kosong. Sungguh, langit tak selalu cerah, manusia tak bisa


            menebak  nasibnya! Kartini  yang gemetar memeluk suaminya erat-


            erat. Dengan air mata berlinang, ia berkata:

                "Kamu,  anak  hilang  yang  telah  kembali!  Tuhan  memberkatimu.


            Orang  baik  selalu  dilindungi.  Kalau  kamu  berangkat  pagi  ini,


            bagaimana aku bisa hidup?"


                Bai  Wenxiong  juga  dilanda  emosi.  Ia  seolah-olah  satu-satunya


            penumpang  yang  selamat  dari  kecelakaan  itu,  wajahnya  pucat,


            hatinya masih berdebar. Ia menepuk bahu istrinya dan berkata:


                "Cepat mandi, temani aku terbang ke Pelabuhan."


                Di  dalam  pesawat,  Bai  Wenxiong  terlihat  sangat  khidmat.


            Semangat ceria dan optimisnya yang biasa seolah lenyap entah ke

                                                           356
   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361