Page 501 - Gabungan
P. 501

tidak  lihat  apa  yang  terjadi  di  dalam.  Tak  lama,  seorang  pemuda


            tampan 24-25 tahun keluar dari pintu samping. Hidungnya mancung,


            alis tebal, matanya sedikit sipit. Dia tersenyum, memberiku beberapa


            uang, dan berkata sopan:


                _'Maaf,  bisa  tolong  beli  lima  ayam  panggang  di  "Restoran


            Mawar"?'_


                _'Restoran Mawar? Jauh dari sini!'_


                _'Tidak apa-apa! Waktu masih panjang. Steven suka sekali ayam


            itu!  Katakan  pada  mereka  untuk  memasaknya  perlahan—kalau


            apinya terlalu besar, luarnya gosong tapi dalamnya mentah. Teman


            lama bertemu, malam ini kami akan minum bersama!'


                Aku  pergi.  Sekitar  satu  jam  kemudian,  aku  kembali  ke  Jalan


            Goldfinch. Ku tekan bel, tidak ada yang buka. Kucoba lagi, tetap sepi.

            Akhirnya ku buka pintu sendiri. Ruang tamu kosong. Kulihat kamar


            tidur terbuka—dan aku terkejut sampai ayam jatuh dari tanganku.


                Astaga! Steven berbaring telanjang di lantai, lehernya terikat tali,


            lidah  terjulur.  Di  ranjang,  mayat  wanita  Belanda  itu  juga  telanjang


            dengan  leher  tercekik. Aku  gemetar  ketakutan,  buru-buru  lari. Tapi


            aku ingat untuk tidak meninggalkan jejak, jadi kubawa lagi ayam itu.


            Saat keluar, kuhapus sidik jari di gagang pintu dengan saputangan.


            Di jalan, kubuang ayam ke tempat sampah."


                "Pemuda yang menyuruhmu beli ayam itu pasti Zhou Zijian!" seru

                                                           501
   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505   506