Page 505 - Gabungan
P. 505
Lani membuka mata, memandangi Bai Datou dan Su Wenbin.
Matanya masih basah oleh air mata, tapi ia tersenyum:
"Rindu dan harap, akhirnya hari ini tiba juga."
Bai Datou mengusap air matanya dengan saputangan, berkata
lembut:
"Lani, masa menangis sudah lewat. Sekarang, saatnya tertawa.
Ayo, duduklah dan bicara..."
Lani tersenyum, dibantu Bai Datou untuk duduk. Kepalanya terasa
lebih jernih. Tiba-tiba ia berkata:
"Kalian belum makan siang, kan? Aku akan masak sesuatu!"
"Bu, lebih baik kita makan di restoran saja!" kata Su Wenbin.
"Bagus! Nak, pilihlah restoran yang enak," sahut Lan Ni.
"Aku juga tidak terlalu tahu. Tapi restoran besar pasti tidak
mengecewakan, kan, Ayah?" Su Wenbin tersenyum.
"Baik, baik! Melihat kalian berdua, aku sudah kenyang tanpa
makan," kata Bai Datou sambil turun tangga bersama mereka.
Setelah makan siang, mereka kembali ke rumah.
"Pak Bai, mau tidur siang?" tanya Lani.
"Iya, Ayah. Terbang empat jam pasti lelah," tambah Su Wenbin.
"Tidak! Aku tidak lelah! Melihat kalian berdua, semua lelah hilang!"
Bai Datou bersemangat.
Lani memandang Bai Datou dengan senyum manis.
505

