Page 638 - Gabungan
P. 638
Purnawirawan Kolonel Hasan Widodo membawa Johnny melewati
kerumunan menuju lantai dasar gedung kantor.
"Siapa mereka, Tuan Bai?" tanya Kapten Amin, menunjuk lima
perwakilan buruh yang mogok.
"Mereka tidak terlibat! Ini perwakilan buruh yang saya undang
untuk berunding!" jawab Bai Zhongwu tegas.
"Tuan Bai, polisi datang terlambat. Istri dan putra Tuan terluka!"
kata Hasan.
Bai Zhongwu merasa pusing, matanya berkunang-kunang. Ia
menahan dahinya, menutup mata sejenak, lalu membukanya dengan
tekad kuat.
"Kapten, saya akan ke rumah sakit dulu. Tolong tinggalkan
beberapa personel di sini untuk menjaga ketertiban, terutama
keamanan perwakilan Jepang, Tuan Nakamura Ken, dan para teknisi
Jepang di lantai atas."
"Baik!" jawab Kapten Amin.
"Terima kasih!" Bai Zhongwu bergegas keluar. Ia melirik tajam
Johnny yang diborgol, lalu naik mobil Hasan menuju Rumah Sakit
Selatan.
Di rumah sakit, Bai Zhongwu mendapat kabar bahwa putranya, Bai
Xifan, meninggal karena luka tusuk di perut yang gagal diselamatkan.
Kakinya gemetar, tubuhnya limbung. Hasan segera menyangga dan
638

