Page 640 - Gabungan
P. 640
Zhongwu mempersilakan ayah dan adiknya duduk:
"Langit tak selalu cerah, nasib manusia bagai roda yang berputar.
Ayah, Sachiko masih ada harapan. Xifan... sudah tiada."
Bai Datou merasa dunia berputar, tubuhnya limbung. Ia
menyandar pada Wenjie yang panik memanggil:
"Ayah! Ayah!"
Bai Zhongwu juga ikut memanggil dengan cemas.
Bai Datou membuka mata, dua garis air mata mengalir. Ia
menggenggam tangan Zhongwu, hati hancur menyaksikan
penderitaan anaknya:
"Zhongwu... kau hanya punya satu putra..."
"Ayah..." suara Bai Zhongwu tercekat.
Siapa yang tak hancur hati melihat ini? Bahkan Hasan pun
menyeka air matanya. Ia memandang Bai Zhongwu dengan iba—
pengusaha kaya raya ini tak hanya membangun kerajaannya dengan
keringat dan air mata, tapi juga darah dan nyawa! Inilah hidup...,
gumam Hasan dalam hati.
Saat ia mencoba berdiri untuk meregangkan badan, rasa sakit
menusuk di punggung dan pinggangnya membuatnya mengerang.
"Kenapa, Pak Hasan?" tanya Wenjie khawatir.
Hasan tersenyum. Ia ingat Bai Wenxiong pernah bercerita bahwa
Su Wenbin—insinyur kepala yang muncul di pesta "Yangxin Dian"—
640

