Page 703 - Gabungan
P. 703
Sebagai orang Jepang yang menjadi warga Asia Tenggara, Tanaka
Sachiko merasa malu dan marah. Tidak heran jika negara-negara
yang pernah dijajah Jepang berdemo menuntut keadilan.
Tanaka Sachiko melemparkan koran dengan lelah, menutup mata
dan bersandar di kursi rodanya. Kesedihan pribadi, bencana keluarga,
pahit-manis kehidupan—semuanya membanjiri pikirannya. Selama
lebih dari 20 tahun menikah dengan Bai Zhongwu, dia selalu
mendukung suaminya, membantu membangun kekayaan keluarga.
Tapi sekarang, dia tidak bisa lagi membantu suaminya—malah
membutuhkan pelayan untuk merawatnya.
Suaminya yang hampir 50 tahun masih sehat dan kuat. Dia butuh
istri yang sehat, anak laki-laki untuk meneruskan keturunan, keluarga
yang harmonis. "Apakah aku tega memaksanya menghabiskan sisa
hidupnya dengan seorang wanita cacat? Apakah aku egois
mempertahankan suami yang sehat padahal aku seperti ini?"
Usianya hampir 50 tahun. Dia sudah merasakan segala rasa
kehidupan. Tidak ada lagi yang dia inginkan. Keluarga kecilnya yang
dulu beranggotakan empat orang sekarang tinggal tiga—anak laki-
lakinya tewas, suaminya sibuk dengan bisnis, putrinya punya
dunianya sendiri. Hanya dia yang tertinggal, seperti sampah sejarah
yang terbuang. Di rumah besar nan sepi ini, hidupnya terkurung di
703

