Page 704 - Gabungan
P. 704
kursi roda! "Inikah hidup?"
Tanaka Sachiko menarik napas panjang. Dia merasa inilah
waktunya untuk pergi dari panggung dunia.
Dia mendorong kursi rodanya ke lemari, mengambil album foto
keluarga. Foto pernikahannya dengan Bai Zhongwu, foto anak-
anaknya dari bayi hingga dewasa—semua tersimpan rapi.
Saat membalik halaman demi halaman, air matanya mengalir
deras. Kenangan demi kenangan berkelebat di benaknya. "Apa arti
hidupku sekarang?"
Dia menutup mata. Pepatah mengatakan: "Pengemis pun tidak
melewati jembatan rapuh", "Semut saja berusaha bertahan hidup".
Apakah dia harus pergi diam-diam seperti ini?
Tanaka Sachiko menutup album dan memeluknya erat,
membiarkan air mata mengalir tanpa henti.
"Nyonya Bai! Apakah Anda tidak enak badan?" Suara perawat tiba-
tiba menyadarkannya.
"Oh, tidak apa-apa. Hanya pusing sedikit," jawab Tanaka Sachiko
buru-buru, mengusap air matanya.
"Haruskah saya telepon dokter?" tanya perawat.
"Tidak usah! Tolong berikan saya obat penenang saja, suster."
Perawat membantu Tanaka Sachiko minum obat dengan wajah
penuh simpati, lalu berkata lembut:
704

