Page 725 - Gabungan
P. 725

inspeksi.


                Setelah berkeliling ke semua  departemen di pabrik  dan melihat


            alur produksi yang tertata rapi, Bai Zhongwu semakin kagum dengan


            kepemimpinan adiknya.


                Usai inspeksi, Bai Zhongwu kembali ke kantor pribadinya. Teringat


            kondisi  kritis  Yenni  belakangan  ini,  ia  segera  menelepon  Tanaka


            Sachiko,  yang  baru  saja  keluar  dari  rumah  sakit  kemarin,


            memberitahukan bahwa ia akan mengunjungi Miss Yenni di Rumah


            Sakit Angkatan Darat Ibukota.


                Ketika  mobilnya  tiba  di  gerbang  pabrik,  Bai  Zhongwu  melihat


            seorang lelaki tua dan seorang pemuda yang membawa bingkai foto


            sedang berbicara dengan penjaga pabrik. Penasaran, ia menyuruh


            supir berhenti. Salah seorang penjaga segera melapor:

                "Tuan  Bai!  Orang  tua  itu  bilang  besok  ia  akan  pindah  ke  pulau


            terpencil bersama teman-temannya dan ingin bertemu dengan kepala


            insinyur hari ini. Tapi kepala insinyur tidak masuk hari ini."


                "Oh," gumam Bai Zhongwu pelan. Ia mengamati lelaki tua itu—


            tubuhnya  tinggi  besar,  kulit  sawo  matang,  usianya  sekitar  lima


            puluhan,  tapi  masih  terlihat  kuat.  Tangan  dan  kakinya  yang  besar


            menunjukkan  bahwa  ia  seorang  pekerja  kasar.  Topi  haji  putih


            berbentuk mangkuk yang terbuat dari benang rajutan melambangkan


            moralitasnya yang tinggi, membuat siapa pun langsung tahu bahwa

                                                           725
   720   721   722   723   724   725   726   727   728   729   730