Page 728 - Gabungan
P. 728

Bai  Zhongwu  melihat  semua  kerabat  dan  temannya  sudah


            berkumpul,  dengan  wajah-wajah  muram.  Mata  Hana  Budiman


            bengkak karena menangis. Ia tidak menemukan adiknya, Wenjie, di


            antara kerumunan orang. Bai Zhongwu bertanya kepada Bai Wenhao:


                "Di mana adik Wenjie?"


                "Ayah dan adik pergi ke bandara internasional untuk menjemput


            bibi Lani," jawab Bai Wenhao.


                Bai  Zhongwu  mengajak  Haji  Rahman  dan  anaknya  masuk  ke


            kamar Yenni.


                Yenni sempat tidak sadarkan diri, tetapi berhasil diselamatkan oleh


            dokter  Emil.  Wajahnya  pucat  sekali,  bibirnya  tidak  berwarna,  dan


            matanya kehilangan cahaya.


                Haji Rahman membungkuk, mengulurkan bingkai foto itu kepada

            Yenni. Matanya berkaca-kaca, bibir tebalnya gemetar saat berkata:


                "Nona, masih ingat kami? Kami akan pindah ke Kalimantan. Saya


            ingin memberikan foto ini kepada nona dan pacarmu."


                Yenni sepertinya masih ingat. Ia tersenyum tipis dan berbisik pelan:


                "Terima kasih..."


                Suasana di dalam kamar sangat sunyi. Haji Rahman meletakkan


            bingkai  foto  di  meja  samping  tempat  tidur,  lalu  berkata  dengan


            khidmat:


                "Nona, semoga lekas sembuh!"

                                                           728
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733